Si MoBa Kembalikan Senyum Ceria Siswa SDN Jatirasa V

Si MoBa Kembalikan Senyum Ceria Siswa SDN Jatirasa V

 

Bekasi – Beberapa waktu lalu Kota Bekasi dilanda banjir besar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 5.456 jiwa dari total 1.364 KK yang terdampak. Banjir turut memporak-porandakan infrastruktur termasuk gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jatirasa V.

 

Berbagai sudut bangunan sekolah dipastikan rusak dan dipenuhi lumpur, bahkan menurut Dia Nurhayati, Kepala SDN Jatirasa V, butuh waktu tiga hingga empat jam untuk sekadar mengeluarkan lumpur dari ruang-ruang kelas. Dibantu para guru, bu Nur, panggilan akrabnya, bekerja keras menghilangkan lumpur tebal agar kegiatan belajar mengajar kembali terlaksana sebagaimana mestinya.

 

Pada Selasa (11/02) Si Mobil Baca (Si MoBa) menyambangi SDN Jatirasa V untuk mengembalikan semangat para siswa. Si MoBa membawa banyak buku menarik, permainan edukatif, dan ragam kegiatan berliterasi dibantu empat relawan Dompet Dhuafa Volunteer, tiga relawan Gen Smart, dan Teman Si MoBa.

 

“Kehadiran Si MoBa bertujuan mengembalikan senyum dan keceriaan anak-anak yang sekolahnya terdampak banjir,” ujar Muhammad Iqbal, Koordinator Si MoBa.

Si MoBa merupakan perpustakaan keliling yang dihadirkan guna mengakomodasi dan memudahkan masyarakat mengakses perpustakaan dan manfaat program Gemari Baca yang digaungkan Jaringan Sekolah Indonesia (JSI) Dompet Dhuafa Pendidikan.

Salah satu siswa SDN Jatirasa V, Syifa Tazkia Mukti, mengatakan jika kehadiran Si MoBa membuatnya bahagia. “Senang sekali ada Si MoBa karena aku bisa belajar sambil bermain di mobil yang ukurannya besar. Ada buku novel favorit aku juga,” ujarnya riang.

Dengan kedatangan Si MoBa Iqbal optimis para guru dan siswa SDN Jatirasa V memiliki alternatif dalam KBM selama sekolahnya terdampak banjir. Ia meyakini jika buku dan kegiatan edukatif Si MoBa mampu menambah ilmu dan sebagai bentuk trauma healing.

 

“Si MoBa bukan sekadar perpustakaan keliling semata, melainkan pengimplementasian sisi lain literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari melalui program pemberdayaan dan penerapan nilai-nilai kebaikan di masyarakat,” tegas Iqbal. (AR)

Komentar

komentar