Si Kalem Lutfi

Oleh: Agung Rakhmad Kurniawan, S.T.
Guru konsultan Sekolah Guru Indonesia
Kabupaten Tasikmalaya

Salah satu tugas guru adalah menangkap pesan yang tidak langsung tersirat, belajar dari bola-bola mata berwarna coklat yang setiap pagi menatap hangat. Kadang mereka tak berhenti berlari, melompat sampai memanjat pohon cengkeh di depan sekolah di atas bukit ini. Senyuman-senyuman setiap pagi ini juga yang menambah semangat berbagi pelajaran kehidupan. Pelajaran pagi yang kutemui, ketika motor itu meluncur dari turunan setengah curam berbatu kali. Ya, anak-anak kami di sini dengan luwes membawa sepeda motor sendiri, jarak yang berkilo meter memaksa mereka menomortigakan keselamatan.

Kedua kakak beradik itu turun dari motor hijau nan kusam itu, memberi salam kepadaku yang rutin tiap pagi duduk di samping mushola di sekolah kami. Berjalan agak jauh, si kecil Sofi mengeluarkan uang Rp 2000, mengulurkan ke tangan kakaknya. Mata Sofi tak lekang dari tukang es krim yang sepagi ini sudah mempromosikan enaknya es krim buatnya, Lutfi tahu persis apa yang diinginkan adiknya, si kecil yang jarang diam. Terdengar samar olehku, “ambillah untukmu, biar kakak makan nanti di rumah saja”. Si kecil Sofi tanpa tawar menawar langsung tancap gas ke tukang es krim. Mataku masih terarah ke Lutfi, senyum abadi seorang kakak ke adik, senyum ikhlas di pagi ini yang mengalahkan mentari. Dengan gaya kalemnya, ia berjalan ke kelas. Jejak langkah yang memberikan sebuah cerita indah di pagi yang berkabut ini. Lutfi, si kakak yang bercita-cita menjadi pengusaha sukses dengan hati ikhlasnya.

Lutfi, bola mata bapak yang sekarang sudah berubah coklat sekejap terpejam, menikmati sebuah arti di pagi ini. Lutfi menjadi guru bapak di pagi ini, mengajarkan sebuah pelajaran lewat gaya khas kalemmu itu. Seperti kata Buya Hamka, ikhlas dan sejati akan bertemu di dalam senyuman anak kecil, senyum yang sebenernya senyum, senyum yang tidak disertai apa-apa. Terima kasih nak, hari ini akan penuh warna selayak pelangi di balik bukit nan jauh di sana.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.