Residensi Literasi: Sensasi Belajar Bersama Warga Asli

Sepuluh Prinsip Inovasi yang Makmalian Perlu Tahu

 

Makmalian pasti sering sekali mendengar kata inovasi, bahkan mungkin sering digunakan dalam berbagai kesempatan. Namun, maknanya kadang sering tertukar dengan kata kreatif. Untuk membedakan makna Inovasi dengan kreatif, di dalam buku ‘Keep Your Light On BIA’ dijabarkan sepuluh prinsip inovasi yang akan memberikan garis demarkasi dengan makna kreatif. Menurut Yoris inovasi x inofatif itu:

 

  1. Asli

Karya inovatif adalah asli, unik, berbeda dengan yang lain. Asli bukan berarti harus selalu baru, namun ia harus tidak sama dengan yang telah ada sebelumnya. Contohnya helm dan jas hujan bukan sesuatu yang baru, namun jika jas hujan dan helm dimodifikasi dengan menggabungkan kedua benda tersebut menjadi satu desain sehingga lebih fungsional dan lebih efektif maka produk tersebut bisa dikatakan inovatif. Tentunya dengan syarat produk helm plus jas hujan tersebut belum ada yang membuat sebelumnya.

 

  1. Relevan dengan Kebutuhan

Pada contoh HelJa (helm dan jas hujan) dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengendara motor yang membutuhkan jas efektif. Ketika dalam perjalanan tiba-tiba hujan, ia tidak perlu turun untuk memakai jas hujan, cukup memencet tombol yang ada di helm, jas hujan akan terpasang dengan sendirinya di badan.

 

  1. Layak Jual

Produk yang baik adalah yang bisa diproduksi dalam jumlah banyak kemudian laku dijual.

 

  1. Praktis

Menggunakan HelJa orang bisa menghemat waktu, tidak perlu turun cukup dengan memencet tombol, jas hujan bisa dikenakan.

 

  1. Efisien

Misal harga helm standar Rp150.000, sedangkan jas hujan Rp100.000. Maka untuk membeli dua benda tersebut, kita mengeluarkan uang Rp250.000. Namun jika ada HelJa mungkin kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama.

 

  1. Kompetitif

Produk tersebut mampu bersaing dengan produk lainnya, dalam artian nilai jualnya tidak kalah dengan helm dan jas hujan dengan merk ternama.

 

  1. Up to Date

Produk harus sesuai dengan perkembangan zaman. Misal jika sekarang alat komunikasi sudah beralih ke smartphone, maka hindari menginovasi telepon rumah (misal telepon rumah dijadikan layar sentuh, namun tetap terhubung dengan kabel telepon).

 

  1. Available

Produk saat ini harus menggunakan dan mengoptimalkan bahan yang ada disekitar.

 

  1. Jangka Panjang

Produk inovatif tidak hanya akan sekali pakai. Produk juga berguna selama satu tahun atau lebih bahkan masih bisa dipergunakan di masa mendatang.

 

  1. Ramah Lingkungan

Produk tidak berbahaya baik untuk pemakai, orang lain maupun lingkungan.

 

Komentar

komentar