Semangat Itu Masih Ada di Sekolah Kami

 

Pada saat sekarang sedang ngetren pemimpin muda. Kinerja pemimpin muda yang semangat, visioner dan progresif membuat berbagai gebrakan dalam kepemimpinan di negeri ini. sebut  saja pemimpin muda itu Ridwan Kamil, Walikota Kota Kembang Bandung yang sedang giat-giatnya membangun wajah kota bandung dengan program Bandung juara. Salah satu programnya yaitu membuat taman-taman kota yang layak untuk warga kota Bandung.

Begitupun di sekolah kami, SDN Lalareun Bandung. Sosok guru muda yang aktif dan progresif bagaikan oase di gurun sahara yang kering akan air. Kehadiran mereka sungguh membuat saya kagum akan gerakan guru muda yang aktif dan pekerja keras. dalam berbagai kegiatan program green school di sekolah SDN Lalareun, guru muda ini merespon dengan cepat berbagai kegiatan yang disodorkan kepada mereka.

Namun, dibalik itu semua ternyata ada seorang guru yang memiliki komitmen tinggi dan kerja keras tinggi dalam memajukan sekolah, dan beliaulah menjadi kiblatan para guru muda dalam bekerja di sekolah. dialah Ibu Imas Teti S.Pd.SD.

Menurut mereka (red- guru muda) yang saya ajak wawanacara mengenai keadaan sekolah pada saat ini. hampir semuanya menunjuk kepada beliau, “ dulu, sekolah ini tidak seperti sekarang pak, gedung sekolahnya pun tidak seperti sekarang, masih kumuh. Kemudian Ibu Imas datang pada tahun 2000 dan mengabdi di sekolah ini, kemudian sekolah ini terus membangun sampai sekarang” ujar seorang guru.

Sosok guru muda yang murah senyum namun tegas dan pekerja keras terlihat dalam keseharian beliau di sekolah. setiap hari beliau mengajar di kelas 2. Dalam berbagai hal, beliau selalu mengajak siswanya untuk belajar di luar kelas. Semisal belajar matematika, Ibu Imas mengajak anak-anaknya untuk mengumpulkan kerikil kecil untuk dijadikan media belajar penjumlahan. Dan anak-anakpun terlihat  enjoy tanpa diceramahi seperti di sekolah-sekolah klasikal.

Dalam manajemen sekolah pun, beliau  tidak pernah takut kepada siapa pun termasuk kepada kepala sekolah dalam merencanakan kebijakan sekolah. “ selama kita berbuat baik dan niatan kita baik untuk kepentingan sekolah serta tidak memiliki kepentingan pribadi, kenapa kita harus takut” kata kata itulah yang selalu beliau katakana ketika berdiskusi dengan saya di sela-sela istirahat sekolah. dan kata-kata itulah yang membuat saya merenung akan sebuah kebanaran yang hilang di negeri ini. sesuatu yang benar kadang disamarkan menjadi tidak benar, pun demikian sebaliknya, yang tidak benar disamarkan menjadi benar.

Ketika istirahat tiba, biasanya saya ngobrol dengan para guru termasuk dengan beliau, dan Beliau pun  menceritakan suka dukanya membangun sekolah dari kumuh menjadi sekolah yang hijau, bersih dan bagus seperti sekarang. “pak Irmanm, untuk membangun sekolah ini saja, berbagai LSM dan wartawan datang untuk meliput kegiatan pembangunan gedung baru di sekolah ini. tapi saya hadapi dengan penuh kejujuran sehingga LSM dan wartawan yang meliput mengetahui dengan jelas pengeluaran biaya untuk pembangunan sekolah” ucapnya.

Salah seorang rekan guru beliau pun pernah berkata “Ketika sekolah ini masih membangun, beliau selalu standby di sekolah dari pagi sampai sore hari untuk menunggui para pekerja yang membangun sekolah. tidak ada kelelahan yang beliau tampakkan setiap hari ketika membangun sekolah, yang ada adalah semangat dan kerja keras yang beliau lakukan untuk sekolah. bahkan sampai malam hari beliau belum pulang ke rumah. Semua beliau lakukan untuk sekolah SDN Lalareun”.

“ kalau bukan oleh kita, terus oleh siapa sekolah ini akan diurus?” selalu keluar dari ucapan beliau kepada guru-guru ketika rapat sekolah. menurut saya, hal ini tentu berkaitan dengan manajemen kalau keluar kata urus mengurus sesuatu. Dan sebuah manajemen perlu seorang leader yang menggerakkan agar sekolah ini tertata dengan baik dan sesuai dengan keinginan pendiri bangsa yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Leadership dan membangun tim work sekolah yang solid, itulah yang menjadi titik tolak dari kemajuan sekolah di negri ini. meskipun beliau bukan seorang kepala sekolah, namun kalimat atau kata-kata yang terucap dari beliau bagaikan ucapan seorang pemimpin. Dan beliau memang pemimpin di kelasnya dan bukan pemimpin di sekolah. Berbagai kebijakan sekolah selalu datang dari ide dan saran beliau, sehinggga guru-guru yang lain dan kepala sekolah menyetujuinya.

Kasus-kasus yang terjadi di negeri ini, seperti korupsi dan bencana alam bisa jadi merupakan sebuah isyarat bagi kita bahwa ada yang kurang beres dalam pendidikan di negeri ini. ketidak beresan itu bisa jadi muncul dari sikap para pembuat kebijakan pendididikan kita yang cendrung acuh tak acuh dalam mengelola pendidikan di negeri ini. namun di sekolah ini, saya melihat, beliau benar-benar menjaga sekolah dan anak-anak daripada berbuat yang menyimpang dari ajaran pancasila dan agama.

Dalam hal trasparansi keuangan pun beliau sering tunjukan kepada saya perihal pengeluaran sekolah dari bulan ke bulan. Tidak ada satupun yang beliau tutupi dalam hal pengelolaan keuangan, karena selain menjadi guru kelas 2, beliaupun diamanahi sebagai bendahara BOS di sekolah. berbagai laporan keuangan bertumpuk di sekolah, sehingga siapapun bisa mengecek pengeluaran sekolah dari hari ke hari. hal ini mungkin yang belum bisa dilakukan sekolah lain, sehingga ketika keterbukaan dalam pengelolaan dana tidak dipublikasikan ke public sering menimbulkan kecurigaan dari public terhadap sekolah tersebut.

Ketika keterbukaan dalam segala hal telah dipublikasikan, membuat public semakin percaya akan kinerja sekolah ini. sehingga berbagai bantuan datang silaih berganti ke sekolah ini, mulai dari bantuan computer, leptop dan infokus serta sekolah iklusif dan green school.

Walhasil, Perkataan yang tidak diikuti dengan perbuatan dan hati yang ikhlas hanya akan membuat seseorang kecewa. Itulah yang tidak tampak dari beliau. Begi beliau, bekerja keras dan memajukan sekolah menjadi prioritasnya kali ini. tidak ada kepentingkan pribadi, namun kepentingan bersama yang menjadi ukurannya. Selamat bekerja keras kawan-kawan.

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.