Semangat Cita Siswa Beranda

Oleh : Atin Sanita

Kawan Sekolah Literasi Indonesia  wilayah Sanggau

Desa Entikong merupakan merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Negara Bagian Serawak Malaysia Timur. Masyarakat disini sangat heterogen, berbagai macam suku ada disini diantaranya; Suku Dayak, Melayu, Minang, Jawa dan lain sebagainya. MTs Istiqomah merupakan salah satu sekolah yang ada di Kecamatan Entikong. MTs ini baru saja berdiri  dan mendapatkan izin operasional sejak bulan Mei 2018. MTs Istiqomah berada dalam naungan Yayasan Lintas Batas (YLB). Jumlah Siswa yang ada di MTs Istiqomah ini sebanyak 33 orang, terdiri dari 19 orang siswa kelas VII, dan 14 orang siswa kelas VIII. Sekolah ini belum memiliki bangunan sendiri, sarana dan prasarana yang memadai serta SDM yang optimal untuk mendukung kegiatan proses pembelajaran.

Selama ini siswa siswi MTs Istiqomah belajar menumpang di ruangan kelas milik MIS Istiqomah. Selain itu di Sekolah ini juga belum memiliki satu orangpun guru tetap yang selalu standby di sekolah, semua gurunya merupakan guru-guru yang juga terikat di Sekolah lain. Ada juga yang bekerja sebagai Swasta, sehingga ini menjadi salah satu alasan mengapa MTs Istiqomah harus masuk disiang hari. Meskipun dengan keadaan yang serba terbatas, namun anak-anak kami ini selalu semangat ke Sekolah setiap harinya. Walaupun terkadang di Sekolah tidak mereka temui guru, tetapi anak anak anak ini senantiasa menunggu sampai gurunya datang. Biasanya sambil menunggu guru dating, aktivitas yang mereka lakukan adalah dengan bermain bola Volly dan Bola Kaki.

Seperti disabtu kemarin, walaupun dalam keadaan hujan mereka tetap datang ke Sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar dan latihan upacara bendera.  Untuk siswa kelas VII belajar SBK dan diarahkan oleh Ibu Vella untuk membuat karya bunga gantung dari botol plastik. Meskipun dalam  keadaan hujan anak anak ini sangat antusias mencari tanah yang hitam dan subur untuk dimasukan dalam pot botol bekas yang sudah mereka lobangi. Mereka bekerja secara berkelompok dengan bagi bagi tugas sehingga tidak anak yang tidak bertugas dalam setiap kelompok tersebut. Saya perhatikan mereka sangat senang dengan belajar di luar ruang kelas dan langsung praktik. Yah mungkin mereka merasa jenuh kalau pengajaran dikelas hanya mencatat materi lalu diberi tugas. Hal demikian kurang memberikan pemahaman dan pengaplikasian konsep pembelajaran yang disampaikan. Sudah sepantasnya kita sebagai guru lebih kreatif dan inovatif lagi dalam mengemas materi pelajaran agar disampaikan lebih menarik perhatian siswa dan tidak membosankan.

Anak- anak ini datang ke Sekolah dengan membawa harapan orangtua mereka. Dengan mendapatkan pendidikan yang layak, suatu hari mereka bisa menggapai cita-citanya untuk mengangkat harkat dan martabat kedua orangtua serta mengharumkan nama bangsa ini. Saya yakin dengan semua keterbatasan yang ada, semangat masih membara dalam jiwa mereka. Darimanapun asal sekolah mereka, apapun latar belakang mereka, jika terus diasah suatu hari kelak anak-anak ini akan menjadi mutiara Beranda yang berkilau yang akan mengharumkan Negeri ini; Negeri Indonesia tercinta.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044