Sekolah Literasi Indonesia dibuat untuk mewujudkan sekolah berbasis masyarakat yang berkonsentrasi pada peningkatan kualitas sistem instruksional (pembelajaran) dan pengembangan kultur sekolah. Program yang dimulai sejak 2004 ini sebagian besar bersumber dari perolehan Dompet Dhuafa ziswaf dan CSR perusahaan.

Ada 6 jenis keunggulan dalam program ini:

  1. Kecakapan Literasi;
  2. Efektivitas Pembelajaran;
  3. Kepemimpinan Instruksional;
  4. Lingkungan Belajar yang Kondusif;
  5. Pembiasaan Karakter;
  6. Efektivitas Manajerial.

 

Penerima manfaat program ini adalah sekolah-sekolah masyarakat marginal. Berdasarkan daerah penerima manfaat, sasaran Sekolah Literasi Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah pengembangan: Sekolah Desa, Sekolah Kota, Sekolah Urban, dan Sekolah Beranda (perbatasan, terpencil, dan pulau terluar).

 

Sekolah Desa

Dirancang untuk menjadi sekolah berkualitas bagi pemberadayaan masyarakat marginal di wilayah perdesaan dan pertanian. Program ini dimulai sejak 2015.

Penerima manfaat 2015:

  • 5 sekolah
  • 52 guru
  • 912 siswa

 

Sekolah Kota

Dirancang untuk menjadi sekolah berkualitas bagi pemberdayaan masyarakat marginal di wilayah perkotaan, kota-kota kecil, dan pinggiran kota. Program ini dimulai sejak 2015.

Penerima manfaat 2015:

  • 15 sekolah

 

Sekolah Urban

Sekolah urban dirancang untuk mengembangkan kurikulum kreatif dan khas bagi masyarakat marginal di kota-kota besar.

 

Sekolah Beranda

Dirancang untuk menjadi alternatif sekolah bagi masyarakat di wilayah perbatasan negara, pulau-pulau terluar, dan pelosok pedalaman.