Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Sambut Peserta Asosiasi Konsultan

WhatsApp Image 2017-08-23 at 20.02.51

Sebagai laboratorium pendidikan, Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa melalui program unggulannya yakni Sekolah Literasi Indonesia (SLI) terus berinovasi dengan program-program inovatif guna mendukung terciptanya pendidikan lebih baik bagi kaum marjinal di daerah, salah satunya melalui program pendampingan sekolah.

WhatsApp Image 2017-08-23 at 20.02.08

Untuk memaksimalkan pendampingan sekolah, SLI menginiasi gerakan Konsultan Relawan (KAWAN) SLI. Para KAWAN disebar di sekolah-sekolah seluruh Indonesia dan dituntut membuat inovasi kegiatan belajar mengajar terbaru dengan bekerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat di daerah penempatan. Selain itu KAWAN SLI juga melakukan pendampingan untuk meningkatkan budaya literasi yang efektif di sekolah.

WhatsApp Image 2017-08-23 at 20.02.08(2)

Mengingat banyaknya kebutuhan terhadap konsultan yang paham terhadap program SLI, dan dikarenakan saat ini SLI belum memiliki asosiasi yang memiliki kefokusan terhadap peningkatan kualitas manajemen sekolah yang berbasis pada literasi, maka SLI kembali membuat inovasi dengan menciptakan program baru bernama Asosiasi Konsultan SLI Makmal Pendidikan.

WhatsApp Image 2017-08-23 at 20.02.07

Sebanyak 25 orang dari delapan belas kota serta kabupaten terpilih menjadi peserta Asosiasi Konsultan SLI Makmal Pendidikan. Peserta terpilih merupakan para guru berpengalaman, memiliki proyeksi sekolah yang akan mendapatkan program SLI, berpengalaman sebagai trainer (instruktur pelatihan), dan memiliki pemahaman tentang dunia pendidikan. Mereka akan mengikuti serangkaian kegiatan Training Sekolah Literasi Indonesia (Trainseter) yang dilaksanakan mulai 24 Agustus hingga 27 Agustus 2017 di  P4TK Penjas dan BK Pemagarsari Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebagai bentuk apresiasi atas terpilihnya para peserta menjadi bagian dari Asosiasi Konsultan SLI, pada Rabu (08-08) malam, SLI menggelar acara penyambutan bertajuk “Santap Kuliner Nusantara”. Acara ini bertujuan merekatkan hubungan para peserta dengan para punggawa SLI, di samping itu para peserta juga diwajibkan membawa makanan dari daerah masing-masing.

WhatsApp Image 2017-08-23 at 20.02.06

“Kami ingin agar peserta saling mengetahui satu sama lain, juga ingin memperkenalkan kearifan lokal dari setiap peserta melalui makanan khas. Karena makanan membawa bahasa universal dari masing-masing daerah,” ujar Shirli Gumilang, Supervisor SLI.

WhatsApp Image 2017-08-23 at 20.02.05

Acara penyambutan berjalan dengan meriah, para peserta nampak akrab antara satu dengan yang lain. Tak jarang mereka saling bertukar cerita perihal pengalaman selama mengajar atau mengembangkan pendidikan di daerah, bahkan beberapa berbagi resep masakan yang dibawa. Suasana semakin meriah dengan penampilan para punggawa SLI.

WhatsApp Image 2017-08-23 at 20.02.04

“Alhamdulillah saya senang bisa disambut semeriah ini. Saya juga senang bisa terpilih menjadi bagian dari Trainseter dan Asosiasi Konsultan SLI, saya ingin mengembangkan serta mengasah kemampuan saya di sini. Saya ingin mengaplikasikan semuanya di daerah, kelak,” ucap Azizah, peserta Trainseter asal Sulawesi Selatan penuh tekad.

Shirli menambahkan jika SLI berharap setelah bergabung menjadi Asosiasi Konsultan SLI para peserta terpilih mampu menerapkan konsep SLI di sekolah jaringan SLI seluruh Indonesia.

Selamat datang Asosiasi Konsultan Sekolah Literasi Indonesia! (AR)

 

Komentar

komentar