Sebuah Kenangan Ramadan di Tiga Juhar

Sebuah Kenangan Ramadan di Tiga Juhar

Oleh : Febri Reviani

Konsultan Relawan (KAWAN) Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Penempatan Deli Serdang

 

 

Seperti dijadwal mingguan biasanya, malam Kamis kala itu sudah menjadi agenda tersendiri untuk menginap di Tiga Juhar Kabupaten Deli Serdang salah satu lokasi sekolah pendampingan program Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa yang sedang kujalani saat ini.

Karena sekarang memasuki bulan Ramadan yang penuh berkah yang memiliki keutamaan dan tentunya berbeda dengan bulan-bulan lainya. Salah satu yang membedakannya selain kita menahan haus dan lapar ada juga rutinitas di malam hari yang meramaikan masjid yakni Salat Tarawih yang dilakukan setelah Salat Isya.

Aku, Umi Elisa, dan Umi Zuraidah menuju Masjid Raya Al-Jami’. Masjid yang tidak begitu luas jika dibandingkan dengan gereja di samping kanannya. Masjid dengan pengeras suara seadanya.

“Yeaaa..Umi Febri datang….kita ke depan yuk” dari jalan raya aku bisa mendengar suara mereka. Sebelum kereta (sepeda motor) aku parkir dengan baik, mereka sudah mengantri untuk menyalamiku sambil mengucapkan salam “Assalamu’alaikum Umi”

Setelah bertegur sama dengan anak-anak aku pun masuk ke dalam masjid, seperti kebiasaan di tarawih di tempat lain sambil menunggu azan aku melanjutkan tilawahku. Ayat demi ayat kulantunkan hingga azan pun berkumandang tepat satu surah telah kuselesaikan.

Walau penduduk yang mayoritas non muslim dan dekat dengan gereja tidak mengganggu kekhusuhan salat kami. Selesainya Salat Isya tiba-tiba tirai pembatas antar akhwat dan ikhwan dibuka yang artinya akan ada kultum yang disampaikan oleh ustaz masjid dan zonk ternyata hanya satu shaf jama’ah dari kaum bapak-bapak yang hadir hari ini.

“Apa mungkin ini malam ke lima Ramadan makanya jama’ah mulai sepi?” tanyaku dalam hati. Namun pertanyaanku langsung dimentahkan oleh pengurus masjid yang menyampaikan pengumuman setelah kami selesai melaksanakan shalat tarawih, beliau mengatakan “di malam kelima ini jama’ah kita masih saja sepi, jadi mohon di ajak rekan-rekan kita yang belum sempat hadir dan sekadar informasi juga pada Jum’at malam masjid kami kedatangan Pemda Deli Serdang dalam rangka Safari Ramadan.

Ternyata ada dua kali kultum yang dilaksanakan di masjid ini yakni setelah Salat Isya dan setelah Salat Tarawih. Selesai kultum kedua aku, Umi Elisa, dan Umi Zu mulai mengajak anak-anak untuk membuat lingkaran dan mengambil Al-Qur’an masing-masing. Di mana untuk orang dewasa seperti kami bertiga kebagian lima ayat dan untuk anak-anak kebagian tiga ayat.

Aku pun mengawali tadarus di malam ini. Kemudian dilanjutkan dengan anak-anak. Di saat tadarusan  berlangsung, tiba-tiba aku didatangi oleh Maina salah satu siswa MTs Swasta Bintang. “Umi, teman saya belum bisa baca Al-Qur’an, Umi bisa mengajarkanya,” ungkapnya. Dalam hati aku merasa terharu melihat bagaimana usaha Maina membantu temanya “Masha Allah anak-anak ini walau masih kecil sudah saling mengajak dalam kebaikan”.

Gadis manis yang memiliki nama Berlian Sanga Fita yang saat ini sedang menikmati masa-masa remaja dan bersekolah di SMPN 17 STM Hulu. Duduk di depanku dengan membawa sebuah Iqra. “Sudah sampai mana nak bacaanya?” tanyaku. “Baru sampai Iqra 4, Umi” jawabnya sambil memperlihatkan senyuman indah seindah namanya.

Aku pun mulai menyuruh dia membaca huruf demi huruf dibacakannya sambil aku perbaiki. Memang Fita masih perlu membaca berulang-ulang agar bacaan ayat demi ayat itu terdengar sempurna. “Bacaan Fita sudah mulai lancar, di rumah harus perbanyak lagi ya tadarusnya,” pintaku. “Iya Umi,” jawabnya sambil memperlihatkan senyuman polos.

Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB tidak terasa memang, dan akhirnya “shadakalluhul’adzim”. Kami menyudahi belajar kami malam ini.

“Mbak kita lewat jalan kampung ya, biar sekaligus antar anak-anak pulang,” tiba-tiba terdengar suara Umi Elisa yang sedari tadi menunggu kami. “Iya umi”. Ternyata kendaraan yang mereka pakai hanya diterangi dengan sebuah senter, namun semangat mereka untuk pergi taraweh masih kalah dengan kita yang memiliki kelengkapan yang cukup.

Walaupun di lingkungan yang mayoritas non muslim, semangat mereka untuk mengerjakan perintah Allah dan meraih berkahnya Ramadan masih sangat besar.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044