Sebab Kebaikan Akan Selalu Menular

Sebab Kebaikan Akan Selalu Menular

Oleh: Andy Ahmadi
Hari Minggu kemarin saya mendapat kesempatan membantu melakukan seleksi Duta Gemari Baca Batch 6 di Yogyakarta. Duta Gemari Baca adalah program pengembangan kapasitas dan pemberdayaan generasi muda pegiat literasi yang memiliki karakter tangguh dan kreatif dalam meningkatkan minat baca dan mengembangkan literasi masyarakat di daerahnya.
Ada dua puluh orang yang mengikuti tahapan seleksi kedua berupa wawancara serta Forum Group Discussion (FGD), dua belas di antaranya saya yang menyeleksi. Selama proses seleksi berkali-kali saya dibuat kagum, khususnya saat menanyakan apa motivasi mereka mengikuti seleksi Duta Gemari Baca. Bagaimana tidak, anak-anak muda ini ternyata memiliki semangat tinggi mengabdi di masyarakat menyebarkan semangat berliterasi.
Usia mereka memang masih terbilang muda, namun sudah banyak aksi nyata mereka lakukan untuk masyarakat di sekitarnya. Mulai dari membuat taman baca, menyulap gerobak angkringan menjadi gerobak baca, hingga membuka lapak buku di jalanan pusat kota; dan semua mereka lakukan dengan suka rela.
Ketakjuban saya tak berhenti sampai di situ, ada satu nama yang membuat saya bertanya-tanya karena awalnya masih cukup asing di telinga, sampai akhirnya terbiasa mendengarnya. Dia bukan salah satu peserta, tapi namanya sering disebut oleh mereka. Enam dari dua belas peserta yang saya wawancara, semua menyebut namanya. Ya, dia adalah inspirasi mereka, dan dari inspirasi itulah akhirnya mereka terdorong mendaftar Duta Gemari Baca.
Joana namanya. Anak muda pegiat literasi dan alumni Duta Gemari Baca Angkatan 5. Selama ini, gadis dua puluh tahun itu aktif mengampanyekan budaya membaca melalui beragam praktik literasi di komunitas dan TBM binaannya. Berbagai prestasi juga pernah ia raih, salah satunya peserta terbaik dalam kegiatan Residensi Pegiat Literasi 2019.  Joana telah mengajarkan kita bahwa satu aksi nyata jauh lebih berdampak dari pada seribu kata-kata. Semangat itulah yang menjadi ruh perjuangan Duta Gemari Baca, bahwa literasi bukan sekadar narasi, tapi aksi.

Komentar

komentar