SDN Lalareun, “Sekolah Berwawasan Lingkungan” Berikutnya

BANDUNG-Senin (24/09), Makmal Pendidikan menghelat seremonial Launching Program Sekolah Berwawasan Lingkungan di SDN Lalareun, Bandung. Sekolah ini merupakan penerima manfaat kedua setelah SDN Kamojang yang baru ‘dilepas’ awal September lalu. Targetnya sama, menjadikannya menjadi sekolah rujukan aplikasi green school untuk sekolah-sekolah di sekitarnya.

Program pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan merupakan program CSR PT Pertamina Geotermal Energy Area Kamojang, yang bekerjasama dengan PT Daya Dinamika Corpora (DD Corpora) beserta Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Kini kerjasama  terebut telah memasuki tahun kedua. Di tahun pertama, kerjasama yang dibangun antara PT Pertamina dengan DD Corpora dan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa telah memberikan kemanfaatan kepada SDN Kamojang, Kecamatan Ibun, Bandung.

Sekolah ini telah banyak mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam hal pengelolaan lingkungan hidup dan penghijauan setelah dilakukannya pendampingan selama satu tahun. Hampir semua lahan di SDN Kamojang terpakai untuk penanaman apotik hidup dan warung hidup. Dengan melihat hasil dari program pendampingan di SDN Kamojang tersebut, Pertamina kembali menyalurkan dana CSR-nya untuk sekolah yang lain. Maka terpilihlah SDN Lalareun.

SDN Lalareun berada di Desa Pangguh, satu kecamatan dengan SDN Kamojang. SDN Lalareun berlokasi di tengah-tengah industri tekstil. Hampir di sisi kanan dan kiri SDN Lalareun berdiri Pabrik tenun kain sarung dan sebagainya. “Ada banyak pabrik berdiri di sekitar SDN Lalareun ini, dan akan banyak polusi udara yang dihasilkan oleh pabrik tersebut. Sedangkan anak-anak kita memerlukan keadaan yang nyaman ketika ada dalam ruang kelas dan salah satu cara untuk mengatasi hal itu adalah dengan memprogramkan sekolah berbasiskan lingkungan (ramah lingkungan.ed),” ungkap Kepala UPTD TK-SD Disdikbud Kecamatan Ibun, Mochammad Cuarliman Kahyo saat memberikan sambutan.

Di kabupaten Bandung khususnya kawasan yang berada di wilayah Ibun, Majalaya, Ciparay, Solokan Jeruk dan Cicalengka sudah banyak berdiri pabrik-pabrik industri. Pabrik-pabrik tersebut tentu saja akan mengeluarkan polusi yang tidak baik bagi udara di wilayah tersebut. Bagaikan dua sisi mata uang, kehadiran pabrik menghadirkan banyak lapangan kerja untuk warga sekitar dan menumbuhkan perekonomian masyarakat, namun disisi lain ada bahaya polusi udara dari asap pabrik dan limbah industrinya. Oleh sebab itu, kehadiran Sekolah Berwawasan Lingkungan akan sangat membantu dalam pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik.

Seremonial Launching Program SDN Lalareun dihadiri oleh Permadi, Humas PT Pertamina Geotermal Energy Area Kamojang, juga perwakilan dari DD Corpora dan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Acara dimulai dengan rangkaian sambutan. Sebagai bukti komitmen sekolah, dilakukan penandatanganan komitmen bersama, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur sekolah yang mendapatkan bantuan dari PT Pertamina.

“SDN Lalareun ini sekolah desa kualitas kota, fasilitasnya sudah bagus, semoga manajemennya juga sudah baik. Program pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan ini menjadi pelengkap agar sekolah semakin baik. Maka, mari kita semua bersinergi mensukseskan program ini,” ajak Agung Pardini saat menyampaikan sambutannya. Yuk, sukseskan bersama. [Irman/ed: Siska]

{fcomment}

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.