kasus bully

Sadarkah kita pun sering membully anak Sendiri?

Baru menulis judul saja rasanya sesak sekali dada saya. Ada rasa sedih bercampur iba, marah dan bingung. Tetapi ada harapan sangat besar dari hati saya untuk kita semua supaya lebih berhati-hati untuk mendidik anak, bisa-bisa salah mendidik malah mematikan karakter dan kreativitas anak kita dalam tumbuh kembangnya.

Kasus bully seakan tak lekang oleh waktu, begitu dekat dan seperti yang tidak dapat dihindari lagi. Bully begitu melekat pada lidah kita, dimana tanpa kita sadari kita sedang melakukan hal tersebut.

Jika kita pahami, anak mempunyai kemampuan yang serba terbatas, mereka merupakan pribadi yang sedang belajar untuk mengaktualisasi diri dan mengeksplor diri mereka seperti apa yang mereka inginkan. Terkadang dalam keadaan emosi tertentu kita sebagai orang tua mudah untuk merendahkan serta membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain. Kita secara tak langsung sedang merampas rasa percaya diri dan harga diri mereka.

Contoh yang sering ditemukan adalah pada saat pembagian rapor di sekolah. Dimana orang tua sering melakukan bully kepada anak-anaknya. Padahal sejatinya pembagian rapor merupakan ajang kita sebagai orang tua untuk senantiasa mengetahui hasil belajar dan hasil perjuangan anak-anaknya selama satu tahun ini.

Fenomena bully dari orang tua ini sering dilakukan, bentuknya pun beragam dan biasanya orang tua kurang menyadarinya bahwa apa yang dia lakukan adalah tindakan bully. Padahal sebagai orang tua yang bijak hendaknya mereka mengatakan hal-hal yang baik, berikan motivasi baginya serta peluklah mereka dengan pelukan hangat, karena itu dapat membuat mereka tenang dan merasa dihargai.

Katakan pada anak-anak kita apapun hasilnya kami sangat bangga padamu nak, kami mencintaimu dan sangat menyayangimu. Lihatlah dampak yang akan terjadi jika curahan cinta dan kasih sayang mengalir bagi anak, bukan tidak mungkin kelak anak-anak kita menjadi anak yang dapat menaklukan dunia. Ketika orang tua mampu untuk mencurahkan kasih sayangnya terhadap anak maka anak akan senantiasa tumbuh dengan pribadi yang baik.

Sedikit catatan di atas, semoga menjadi muhasabah bagi kita semua agar dapat menghargai putra putri kita dan menghargai segala perjuangannya. Anak sejatinya butuh dihargai, bukan direndahkan atau dibanding-bandingkan. Pahamilah mereka, karena mereka juga tak pernah membandingkan orang tuanya dengan orang tua yang lain. Inilah sebuah pembelajaran bagi kita untuk menjadi orang tua yang peduli terhadap anak bukan orang tua yang mem-bully anak.

Penulis : Adi Setiawan (Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia Bengkulu Utara)

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044