Ratulil Fatihah, Jagoan Sains dari Tanah Mbojo (Bima)

Ratulil Fatihah, Jagoan Sains dari Tanah Mbojo (Bima)

Ratulill Fatihah, siswa kelas 2 MIS Yasim Belo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat berhasil lolos ke Babak Final Olimpiade Sains Kuark (OSK) 2019 di Jakarta pada tanggal 06 sampai 07 Juli di Jakarta tepatnya di Gedung Titan centre. Olimpiade Sains yang digelar sejak tahun 2008 ini selalu mengalami peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun. Tahun ini diikuti oleh 93.000 peserta dari seluruh Indonesia pada babak penyisihan dan akhirnya hanya 304 peserta yang lolos ke babak Final di Jakarta. Ada tiga level dalam Olimpiade Sains ini yakni level 1 (Kelas 1 dan 2), Level 2 (Kelas 3 dan 4) dan level 3 (Kelas 5 dan 6). Babak penyisihan dan semifinal dilaksanakan di kabupaten masing-masing salah satunya di Kabupaten Bima. Ada enam sekolah dampingan Sekolah Literasi Indonesia Dompet Dhuafa yang mengikuti seleksi Olimpiade Sains ini salah satunya adalah MIS Yasim Belo.


Ratu tidak pernah menyangka akan lolos Olimpiade Sains Kuark hingga Babak final ke Jakarta, soal-soal olimpiade yang dia kerjakan saat babak penyisihan sangat membingungkan apalagi untuk level 1 ini. Banyak di antara teman-temannya masih mengeja soal-soal Olimpiade Sains tersebut ditambah lagi dengan lembar jawaban yang diperiksa menggunakan sistem komputerisasi harus benar-benar diisi dengan rapi. Ketika pengumuman peserta yang lolos ke babak semifinal, salah satu nama yang muncul adalah Ratulil Fatihah untuk level 1 dan ada juga beberapa siswa MIS Yasim Belo baik level 2 maupun level 3.


Setelah Ratu mengetahui bahwa dirinya lolos ke babak semifinal, dia sangat senang dan bersemangat untuk terus belajar, dia pun meminta ibunya untuk membelikan majalah Sains Kuark agar bisa belajar lebih banyak lagi tentang Sains dan bisa menjawab soal-soal olimpiade yang ada.
MIS Yasim Belo, salah satu Madrasah Ibtidayah Swasta di Kabupaten Bima milik Yayasan Islam Bima. Bangunan sekolah ini hanya terdiri dari tiga lokal yang semuanya disekat sehingga bisa menjadi enam kelas. Tidak ada ruang perpustakaan apalagi laboratorium untuk melakukan eksperimen Sains, namun hal itu tidak menjadi hambatan dalam proses pembelajaran, keterbatasan tersebut justru menjadi cambuk bagi para guru dan siswa untuk tetap menorehkan prestasi.

Tentu moment ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Ratu Karena banyak hal yang dia dapatkan selama dua hari di Jakarta. Bertemu dengan teman-teman baru dari seluruh Indonesia, naik kereta MRT ke bundaran HI, melakukan eksperimen Sains merakit lampu solar dan latihan memainkan Angklung. Semoga kedepannya akan lebih banyak lagi jagoan jagoan Sains yang tidak hanya membanggakan orangtuanya tetapi juga bisa membanggakan sekolah dan kabupatennya bukan hanya di bidang Sains tetapi juga di Bidang-bidang yang lain.

Siap menjadi saksi perjuangan anak-anak Indonesia dalam meraih mimpi? Segera #DaftarKawanSLI3via www.makmalpendidikan.net/kawan-sli/

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044