Meningkatkan Minat Baca: Tantangan Perpustakaan Zaman Ini

Cibungbulang – Tim Gemari Baca diwakili Nurul Aeni, Koordinator Program Gemari Baca, melakukan pelatihan perdana Di SDN Cibatok 03 – Cibungbulang.  


SDN Cibatok 03 merupakan salah satu sekolah yang lolos seleksi program pendampingan perpustakaan periode 2019 -2020, sekolah ini memiliki karakteristik berbeda dengan sekolah lainnya.  Sekolah tersebut berada di tengah-tengah pemukiman padat dengan siswa/i sekitar 600 orang yang berasal dari keluarga menengah ke bawah.  Banyaknya siswa menjadi tantangan tersendiri untuk kepsek dan guru, terutama tantangan meningkatkan minat baca. 


“Kami sudah punya perpustakaan dengan fasilitas dan buku cukup lengkap, tetapi saya tuh butuh program bagus supaya anak – anak minat bacanya meningkat dan guru – gurunya bisa melakukan aktivitas Literasi yang kreatif.  Saya juga ingin agar perpustakaan itu tidak hanya sekadar ruangan, tapi tempat yang mendidik. Makanya,  saya daftar program Gemari Baca yang digagas Dompet Dhuafa Pendidikan,” ujar Ibu Enok,Kepala Sekolah SDN Cibatok 03. 


Semangat Kepala sekolah dan guru – guru inilah yang membuat SDN Cibatok 03 dinilai layak menerima program. Sehingga kami berikan pelatihan dan pendampingan.

Pelatihan Manajemen Perpustakaan merupakan pelatihan perdana yanng diberikan kepada sekolah untuk mewujudkan perpustakaan yang nyaman dan ramah anak. Dihadiri oleh 15 orang guru,  kami membagi menjadi 3 kelompok yang siap menjadikan perpustakaan semakin bagus.
Setelah materi pelatihan disampaikan, setiap kelompok diberi tugas masing – masing. 


Kelompok pertama,  bertugas melakukan jenjang buku,  ciri khas program Gemari Baca adalah adanya penjenjangan buku, kami menyadari adanya perbedaan kemampuan membaca anak meskipun ada di kelas yang sama. Kelompok pertama mengklasifikasikan buku ke dalam 6 jenjang, dimana setiap jenjang memiliki tingkatan jumlah dan kerumitan kalima yang berbeda.  Setelah mengklasifikasikan, mereka menandai dengan membubuhi sticker pada cover buku. 

Kelompok kedua,  bertugas membuat beragam display. Di antaranya : display tata tertib perpustakaan dimana tata tertib ini harus dibuat agar kegiatan di perpustakaan bisa berjalan dengan lancar. Ada pula display jam kunjung wajib, pada program Gemari Baca kami mengharuskan sekolah bisa mengalokasikan satu jam pelajaran (35 menit) setiap minggu/kelas, kemudian jadwal tersebut harus dipasang Di perpustakaan dengan cara unik dan menarik.


Ketiga,  kelompok layout ruangan.  Untuk membangun perpustakaan yang nyaman, maka penataaan perpustakaan pun diatur sedemikian rupa sehingga anak – anak merasa betah dan nyaman.  Pada penataan ini, Gemari Baca mengharuskan agar rak buku busa menampilkan full cover buku, terdapat tempat yang nyaman untuk duduk dan senderan,  tidak. lupa agar dinding – dinding diberi dekorasi sesuai keminatan anak. Kelompok ketiga Inilah yang bertugas menggambarkan rencana layout ruangan perpustakaan mereka. \


Tepat pukul 14.30, pelatihan selesai.  Meski pelatihan ini menyisakan PR selanjutnya, tetapi peserta tetap antusias hingga akhir pelatihan.. Semoga pelatihan ini hanyalah awal kreatif untuk mewujudkan perpustakaan yang nyaman dan mendidik.

Komentar

komentar