Pendidikan (Katanya) Prioritas

Pendidikan (Katanya) Prioritas

Pendidikan adalah salah satu tiang terpenting dalam kehidupan umat manusia sehingga sudah sewajarnya seluruh Negara di Dunia ini menjadikannya sebagai prioritas bagi seluruh penduduknya, demikan juga dengan Indonesia. Melalui berbagai program pemerintah Indonesia mencoba memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, mulai dari program wajib belajar sembilan tahun, penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sampai dengan membebaskan biaya bahkan sampai pendidikan menengah atas atau dengan peningkatan kualitas guru dengan mengadakan program sertifikasi bagi guru-guru di Indonesia, tentunya dengan harapan generasi penerus bangsa nantinya dapat menjadi induvidu unggul untuk menyongsong dunia global yang sudah di depan mata.

Semua program yang telah di lakukan pemerintah ternyata juga mengalami kendala-kendala salah satunya dikarenakan wilayah Indonesia yang sangat luas, dimana setiap daerah memiliki permasalahan masing-masing seperti kurangnya guru, jarak sekolah yang sangat jauh, bahkan tidak jarang kekurangn murid juga menjadi permasalahan disekolah-sekolah.

Salah satu contoh lain yang bisa kita ambil untuk melihat ketimpangan ini adalah untuk masuk Sekolah Dasar (SD) diperkotaan maka calon murid harus mengikuti tes atau ujian masuk, sedangkan untuk masuk SD pedesaan maka guru dan sekolah harus berusaha keras agar kuota minimal jumlah murid dapat terpenuhi. Sayangnya perjuangan yang dilakukan sekolah-sekolah di desa untuk mendapatkan murid juga tidak serta merta dikarenakan ingin meningkatkan kualitas individu di desa tersebut tetapi mereka malah hanya ingin mendapat dana BOS yang lebih besar dari pemerintah. Permasalahan tadi hanya bagian dari sekian banyak permasalahan lain yang harus dihadapi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Desa Gaji merupakan salah satu Desa yang juga ikut terkena permasalahan-permasalahan tersebut. Desa yang terletak di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Jawa Timur ini juga menyimpan berbagai persoalan pendidikan. Permasalahan terbesar yang mengrogoti wajah pendidikan di desa ini adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Bagi mereka yang hidup desa sekolah menjadi tidak terlalu penting dikarena hanya menjadi ritual pergi pagi pulang siang saja, karena nantinya mereka hanya tinggal menunggu waktu untuk berhenti sekolah dengan berbagai alasan, baik itu ekonomi, pernikahan, atau merasa lebih baik untuk turun kesawah, atau mencari kayu bakar untuk dijual.

 

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.