Meraih Prestasi di Tengah Kejaran Waktu

Oleh: Tutiek Mardiyati
Pendamping Sekolah Cerdas Literasi SDN 6 Sungai Danau, Satui, Tanah Bambu, Kalimantan Selatan (Periode 2012-2013)

Sungai Danau terletak di Kalimantan Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kecamatan Satui. Sungai Danau adalah salah satu kota kecil yang penuh sesak dengan para pendatang dikarenakan adanya magnet tambang batu bara yang menjamur. Dengan begitu banyak penambangan, udara yang ada di kota ini menjadi tidak sehat. Bila cuaca panas, debu begitu tebal; sebaliknya, bila musim hujan tiba, sebagian wilayahnya bisa terkena banjir musiman.

Di Satui ada 32 sekolah dasar atau yang sederajat. Jumlah ini belum mencukupi. Setiap penerimaan siswa baru, jumlah pendaftar di setiap sekolah dasar negeri selalu membeludak, tanpa terkecuali di SDN 6 Sungai Danau.

SDN 6 Sungai Danau memiliki jumlah guru 23 orang, 531 siswa, 7 ruangan kelas dan 16 rombongan belajar. Ini jumlah yang fantastik, para siswa mendapatkan jam belajar yang tidak memadai, terutama kelas rendah. Kami harus tepat waktu dalam pembelajaran.

Jam belajar dimulai dari pukul 07.00, dan berakhir pada pukul 15.00, masing-masing Waktu Indonesia Tengah. Sementara pukul 16.00 sampai dengan 17.30 adalah waktu untuk jam ekstrakurikuler. Demikianlah, kami seperti berkejar-kejaran dengan waktu setiap harinya.

Dengan keterbatasan yang ada itu, sekolah kami dipercaya sebagai sekolah pendampingan oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Selama dua tahun pelaksanaan program, banyak kemajuan yang sudah kami dapatkan. Berbagai prestasi pun telah kami ukir karena kami bertekad untuk mengikuti setiap perlombaan yang ada. Walau dengan dana yang minim, para siswa kami selalu bersemangat bila mengikuti beberapa perlombaan. Mereka bahkan berebut ingin mengikuti perlombaan.

Semboyan kami tetap satu: Bisa tidak bisa harus bisa. Para siswa berusaha keras memberikan yang terbaik. Mereka pantang menyerah bila mengikuti setiap perlombaan. Di antara prestasi yang diraih antara lain Juara I Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika, dan Juara III bidang IPA untuk tingkat Kecamatan Satui. Prestasi selanjutnya, Juara I Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika tingkat Kabupaten Tanah Bumbu dan tanpa diduga meraih Juara II untuk tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Puji syukur semua prestasi itu bisa diraih melalui kegigihan semua warga sekolah dan Pendamping Sekolah. Pendamping Sekolah berusaha untuk tidak bosan-bosannya memberikan motivasi dan semangat kepada warga sekolah bahwa tanpa usaha dan keoptimisan, semua prestasi akan sulit diraih.

Di sekolah kami ini ada beberapa program pendampingan yang telah dijalankan. Program yang dijalankan berjalan dengan lancar ketika ada kerja sama dan kerja keras dari semua pihak, baik itu pemerintah, dinas pendidikan, guru, komite sekolah, siswa, wali siswa, maupun lingkungan masyarakat. Program Pendampingan hanya berusaha membantu kemajuan sekolah dampingan dengan beberapa program yang telah disusun sesuai target sasaran. Yang menentukan sukses atau tidaknya program tersebut tetap saja pihak sekolah dampingan itu sendiri. Untuk itulah, semua pihak harus bahu-membahu mewujudkan terselenggaranya kegiatan pendampingan. Bila tidak ada kerja bersama, program yang sudah disusun rapi itu hanya akan berjalan di tempat. Dengan demikian, tombak keberhasilan adalah sekolah dampingan itu sendiri.

Salah satu Program Pendampingan Sekolah Makmal Pendidikan adalah Sekolah Cerdas Literasi. Program ini memiliki kekhasan pendukung, yaitu Ceruk ilmu. Dengan adanya Ceruk Ilmu di tiap-tiap sudut ruang kelas diharapkan mampu memudahkan para siswa untuk membaca dan mencintai buku.

Selain Ceruk Ilmu, kami merintis beberapa program penghijauan sekolah seperti Satu Anak Satu Tanaman, penanaman toga sekolah, pemanfaatan barang-barang bekas menjadi sebuah kerajinan tangan yang bermanfaat, dan melaksanakan kerja bakti serta pengecekan tanaman sekolah selama dua pekan sekali. Dari bahan-bahan bekas tersebut kami memiliki beberapa kerajinan tangan seperti pot bunga dari kertas, serok sampah dari dirigen, bunga dari sedotan, dan mobil-mobilan dari kotak minuman.

Masih soal penghijauan, karena lahan sekolah yang sempit, kami hanya memiliki beberapa tempat pojok hijau. Ada beberapa tanaman di sana seperti beberapa jenis bunga-bungaan yang ditanam dalam pot diletakkan di depan kelas dan di atas rak bunga. Sementara untuk tanaman toga sendiri ada cabe, rambutan, mangga, kemangi, pepaya, sereh, sirih, kunir, jahe, laos, lidah buaya, kumis kucing, dan cucur bebek. Inilah upaya kami untuk mengurangi polusi udara di lingkungan sekolah.

Puji syukur, semua tumbuh dengan normal. Cabe di depan pagar sekolah sudah mulai berbuah dan siap dipetik; pepaya sudah mulai berbunga; kunir, jahe, laos sudah mulai terlihat daunnya. Walaupun ada beberapa tanaman yang tidak hidup, keadaan ini tidak memutuskan semangat kami untuk menanamnya kembali.

Program pengembangan diri untuk para siswa tidak luput dalam Program Pendampingan Sekolah. Program itu dihimpun menjadi beberapa bentuk ekstrakurikuler, yaitu paduan suara, menari, majalah dinding, pekan kreatif, pramuka, dan marawis. Dengan waktu yang sempit di sekolah, para siswa tetap bersemangat mengikuti tambahan aktivitas di sore hari itu.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044