Mengakrabi Anak Lewat Memijat

Oleh: Syafei Al Bantanie

Jangan anggap remeh keterampilan yang satu ini. Lewat memijatlah Bunda akan banyak tahu tentang rahasia anak. Biasanya orang kalau sedang dipijat suka bercerita secara mengalir. Ditanya satu, jawabnya bisa sepuluh. Demikian juga dengan anak remaja kita. Ia merasakan relaksasi dan kenyamanan. Karenanya, emosinya menjadi stabil. Hanya perlu memancing dengan satu pertanyaan, keluarlah rahasia anak yang seringkali penting diketahui Bundanya. Misalnya, masalah ada teman sekelasnya yang suka kepadanya.

Salah satu masalah pengasuhan saat ini adalah remaja sekarang sudah merasa punya privasi, yang bahkan tidak boleh diketahui oleh orangtuanya. Ini bisa menjadi bom waktu yang menghancurkan. Jangan geer menganggap remaja yang sering mengatakan, “that’s my privacy” adalah remaja yang mandiri. Salah besar. Justru seringkali dari sinilah masalah besar bermula.

Mengapa bisa demikian? Karena, Bunda tidak tahu perkembangan apa yang dialami anaknya. Anak Bunda nggak mau cerita karena dianggapnya ini privasinya. Bunda nggak perlu tahu, bahkan nggak boleh tahu dan ikut campur. Kebanyakan kasus yang saya tangani adalah masalah pacaran. Celakanya, gaya pacaran remaja sekarang sudah kesetanan alias nggak waras. Misalnya, ada remaja putri SMA curhat ke saya bahwa dia berpacaran dan telah melakukan hubungan seks dengan pacarnya berkali-kali sampai ketagihan. Sampai kasusnya separah ini, orangtuanya nggak tahu.

Karena itu, dalam pengasuhan, mestinya tidak ada privasi anak kepada orangtuanya. Dan, salah satu cara menjebol privasi anak adalah dengan memijat. Dalam memijat, ada sentuhan kasih sayang Bunda kepada anaknya. Saat syaraf-syaraf di telapak kaki, punggung, dan telapak tangan terstimulasi, anak merasakan kenyamanan. Dengan suasana nyaman itulah, Bunda bisa “mengorek” rahasia anak. Anak pun bercerita kepada Bundanya dengan santai.

Karena itu, luangkan waktu untuk memijat anak-anak Bunda, terutama saat menjelang tidur. Berikan sentuhan dan pijatan kasih sayang kepada anak-anak Bunda. Tidak perlu lama. Mungkin hanya sepuluh sampai lima belas menit sudah cukup. Dari sinilah ikatan emosi antara Bunda dan anaknya dirajut lebih erat lagi setelah yurdhi’na dan memasak. Anak merasa diperhatikan, bahkan sampai urusan pijat memijat.

Terlebih lagi bila keterampilan memijat ini dipadukan dengan keterampilan mendengar. Hasilnya cespleng. Anak merasa tidak perlu memiliki privasi khusus kepada Bundanya. Malah anak akan menjadikan Bundanya tempat untuk curhat dan meminta pertimbangan atas semua masalah yang dihadapinya. Karena, Bundanya asyik sekali dijadikan tempat curhat sambil menikmati pijatan sayang dari Bundanya.

Lantas, apakah Bunda harus kursus memijat? Tentu saja tidak perlu, Bunda. Konteks yang kita bicarakan di sini bukan memijat profesional untuk menghilangkan pegal-pegal. Melainkan, memijat yang dasar-dasar saja, semampu Bunda. Titik tekannya ada ikatan emosi yang hendak dibangun di sini antara Bunda dan anak melalui pijatan. Karena, sejatinya yang dirasakan anak bukanlah pijatannya, melainkan kasih sayangnya.

Maka, sempatkanlah memijat anak remaja Bunda agar tidak ada lagi privasi anak kepada Bunda. Ini poin penting dalam keberhasilan pengasuhan. Semoga kau menjadi Bunda yang selalu dirindukan anak-anakmu karena tidak sungkan memijat mereka sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang.

Komentar

komentar