pngalaman

Mencoba Pengalaman Baru

Begitu lulus dari sebuah kampus kependidikan di Banjarmasin, saya mengawali karier sebagai guru honor di salah satu SMP di kampung halaman. Pada waktu itu saya ingin mengabdikan diri di kampung halaman saya terlebih dahulu. Berbagai mata pelajaran saya pegang pada waktu itu, seperti Bimbingan Konseling, IPA, dan TIK. Setiap harinya saya berkutat dengan masalah-masalah yang ditimbulkan anak-anak didik, persiapan untuk kegiatan belajar-mengajar, dan lain sebagainya.

Belum genap satu tahun mengajar, suatu hari saya mendapat informasi dari salah satu teman sekantor bahwa ada lowongan pekerjaan sebagai pengawas sekolah. Memang pada waktu itu saya belum tahu kalau tepatnya pekerjaan yang dimaksud adalah sebagai Pendamping Sekolah. Dompet Dhuafa, nama lembaga yang membuka lowongan itu, masih asing terdengar di telinga saya. Akhirnya saya mencari informasi detail mengenai Dompet Dhuafa melalui internet. Dari informasi yang saya baca, yang dibutuhkan tinggal satu orang lagi untuk ditempatkan di daerah Tarakan, Kalimantan Timur. Boleh juga sekali-kali merantau ke luar daerah, pikir saya saat itu.

Berawal iseng dan ingin mencoba akhirnya saya mengirimkan lamaran via e-mail. Selang beberapa hari saya ditelepon oleh seseorang dari Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa untuk diwawancarai. Saya ingat betul pada waktu yang mewawancarai adalah Bapak Zayd Sayfullah. Cukup lama saya ditanyai seputar pendidikan.

Sambil menunggu pengumuman kelulusan, saya mencari informasi mengenai kota Tarakan lewat kakak saya yang bertugas di Berau, Kalimantan Timur. Setelah mendengar informasi mengenai Kota Tarakan yang katanya ‘begitu Texas’, saya sempat ragu. Namun, karena kakak memberikan dukungan penuh, saya mempunyai semangat kembali untuk mencoba. Selang beberapa hari kemudian saya ditelepon lagi oleh Bapak Zayd. Beliau menginformasikan bahwa saya diterima dan akan ditempatkan di daerah Tanjung Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Begitu mendengar kabar tersebut, saya langsung meminta izin ke orangtua untuk mengikuti training di Bogor.

Ternyata Ibu tidak mendukung dan tidak mengizinkan. Khawatirnya, informasi tersebut penipuan dan saya juga anak perempuan. Walaupun pada awalnya sempat berpikir sama dengan Ibu soal kemungkinan penipuan, entah kenapa hati saya tetap yakin ingin mencoba dan mencari pengalaman baru. Dengan beradaptasi dengan dunia luar atau daerah baru, tentunya kita juga akan ikut berkembang dan mampu menggali kemampuan yang ada dalam diri ini, apalagi di daerah yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Perasaan saya campur aduk waktu itu. Restu orangtua belum saya kantongi, sementara tiket pesawat untuk berangkat ke Jakarta sudah dikirim oleh pihak Makmal Pendidikan. Puji syukur, berkat bantuan kakak saya dalam meyakinkan orangtua, akhirnya saya diizinkan untuk mengikuti training di Bogor selama dua pekan. Alhamdulillah, saya merasa ini salah satu berkah Ramadhan pada waktu itu. Saya meyakini kalau kita memiliki keyakinan Tuhan pasti akan memberikan jalan dan kemudahan, insya Allah.

 

Mahfudah AR

Pendamping Sekolah Cerdas Literasi SDN 01 Padang Panjang, Tanta, Tabalong, Kalimantan Selatan (Periode 2012-2013)

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044