Menangani Siswa Berkebutuhan Khusus

mkml6Sejak memegang kelas 1B SD Inpres Timika II, Mimika (Papua), saya terfokus kepada siswa bernama Aulia Wardani.

Aulia tergolong anak berkebutuhan khusus. Selain bicaranya tidak jelas, ia juga memiliki pendengaran yang sangat kurang. Jika kami bernyanyi bersama-sama, Aulia suka memukul-mukul meja. Untungnya, teman-teman Aulia sudah paham keadaannya.

Sebagai guru kelasnya, saya biasa menggunakan bahasa isyarat bila berkomunikasi dengan Aulia. Saat meminta Aulia untuk diam, saya meletakkan jari di depan mulut. Begitu pula ketika bernyanyi, saya menggunakan gerakan tangan agar ia mengerti apa yang saya maksud sehingga bisa kompak dengan teman-temannya.

Lain lagi dalam pembelajaran. Awalnya Aulia me-nuliskan setiap tulisan saya di papan tulisan. Mengikut persis apa yang tertulis. Padahal, yang saya tulis sering berupa soal-soal yang seharusnya ia jawab. Persoalan berikutnya, tulisan Aulian juga susah dibaca orang lain, termasuk saya.

Akhirnya saya menuliskan di dalam bukunya agar Aulia Wardani bisa menulis. Beberapa waktu kemudian, Aulia Wardani bisa mengikuti apa yang saya inginkan.

Terlepas dari keterbatasannya, Aulia tergolong siswa yang sangat rajin datang ke sekolah. Semangatnya untuk terus belajar sudah mulai tertanam. Tinggal butuh sentuhan kesabaran dan kreativitas wali kelas ataupun gurunya agar potensi Aulia tumbuh berkembang menjadi anak yang hebat dan luar biasa.

 

Sitty Muliaty

Guru Sekolah Cerdas Literasi SD Inpres Timika II, Mimika (Papua)

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044