Membangun Sekolah Literasi Aplikatif

Sampai hari ini, Indonesia masih menyisakan bertumpuk pekerjaan rumah untuk perbaikan dan pemerataan kualitas pendidikan. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa pendidikan berkualitas hanya dapat dinikmati oleh sekolah-sekolah elit, sedang sekolah marginal bertahan dengan segala keterbatasan.

Mengupayakan peningkatan kualitas sekolah marginal, memang tidak bisa hanya menunggu pemerintah. Sinergi semua pihak mutlak harus dilakukan.

RCTI Peduli, memberikan kontribusi nyatanya. Dari dana pemirsa yang terkumpul, mereka kekerjasama dengan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Singgalang, memberikan bantuan untuk SDN 14 Labuah, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat. Bantuan yang diberikan berupa pendampingan sekolah selama satu bulan.

Makmal Pendidikan sendiri adalah salah satu jejaring pendidikan Dompet Dhuafa yang berfokus kepada pengembangan mutu dan peningkatan kualitas pendidikan. Pendampingan sekolah sudah menjadi fokus Makmal sejak 2005, hingga kini telah lebih dari 30 sekolah di lebih dari 20 provinsi yang menerima manfaat program ini. Di Sumbar sendiri, sejak 2010 lalu Makmal telah dampingi 9 sekolah. Sedangkan Dompet Dhuafa Singgalang adalah cabang Dompet Dhuafa untuk wilayah Sumatera Barat.

Pendampingan sekolah yang dilakukan di SDN 14 Labuah ini bertajuk “Literasi Kreatif”. Bertajuk demikian, karena program ini berfokus kepada peningkatan kemampuan literasi siswa melalui pengajaran guru dengan menerapkan Ceruk Ilmu dan Display Kelas.

Jum’at (05/04) ini program pendampingan “Literasi Kreatif” dimulai dengan seremonial Kick Off program. Berkesempatan hadir pada seremonial ini Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri. Saat melakukan class touring dan melihat salah contoh Display Kelas dan  Ceruk Ilmu di Kelas VI, ia memberikan apresiasi dan sempat melontarkan pertanyaan pada Sekretaris Dinas Pendidikan Agam, “Bisakah konsep ini menjadi standar di sekolah-sekolah kita?”

Pasca seremonial, langsung dihelat pelatihan perdana untuk guru. Materi yang diberikan pada pelatihan tersebut adalah Ceruk Ilmu. Pelatihan berlangsung selama dua hari Jum’at dan Sabtu (05-06/04) di sekolah. Duo trainer nasional Makmal, Agung Pardini dan Ika Puspita Sari, pemateri pada kesempatan tersebut.

Peserta pelatihan tidak hanya guru di SDN 14 Labuah, namun juga guru-guru di sekolah sekitar. Lebih dari 20 guru peserta terlihat antusias ikuti pelatihan. Bahkan siswa mereka yang mengintip lewat pintu dan jendela turut bersemangat melihat tingkah gurunya. Siska Distiana

{fcomment}

Komentar

komentar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.