Mari Didik Anak Dengan Penuh Cinta

Mari Didik Anak Dengan Penuh Cinta

Oleh: Neneng Sri Fardilah, Konsultan Relawan (KAWAN) SLI
Menurut Ki Hajar Dewantara keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Keluarga adalah tempat lahirnya benih generasi sejak dalam kandungan hingga perjalanan usia anak memasuki sekolah. Tentunya sekolah turut andil untuk menjadi tempat tumbuh kembangnya generasi tersebut. Peran keluarga tidak dapat tergantikan meski anak tersebut bersekolah di sekolah  ternama dengan fasilitas yang luar biasa.  Keluarga -yang minimal- terdiri dari ayah dan ibu harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan semua hak anak tak terkecuali. Keluarga harus mampu menerapkan pola pengasuhan sehingga anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Setiap anak harus dilindungi dari kekerasan fisik dan psikis yang tentunya hal ini harus dimulai dari keluarga itu sendiri.
Namun kenyataan yang dijumpai dalam masyarakat khususnya di Desa Gadog ini sungguh di luar dugaan karena masih banyak keluarga yang belum memahami pentingnya peran mereka bagi anak, sehingga hak-hak anak tidak terpenuhi. Oleh karena itu, Konsultan Relawan Pendidikan Sekolah Literasi Indonesia ( KAWAN SLI) Angkatan 2  yang sedang menjalani Praktik Konsultan Sekolah di MI Darul Huda berinisiatif mengadakan sosialisasi parenting yang ditujukan untuk orangtua siswa.
Sosialisasi ini dilaksanakan pada Kamis, 02 Agustus 2018 di Masjid Darul Huda yang dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB. Acara ini dihadiri  56 orangtua siswa. Acara ini juga diikuti oleh beberapa guru, staf, komite sekolah dan  kepala sekolah MI Darul Huda. Materi sosialisasi parenting ini disampaikan oleh KAWAN SLI bernama Nida Fadlilah, S.Si, Alumni  Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.
Jika ditanya,  semua orang tua merasa telah memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, tetapi tanpa mereka sadari, pengakuan dan perasaan itu bertolak belakang dengan realita yang ada. Ternyata ada beberapa hal yang harus dibenahi dalam pola asuh dan pola didik orang tua terhadap anaknya. Di akhir kegiatan sosialisasi ini, Nida mengajak orang tua siswa untuk merefleksikan kembali pola asuh yang telah mereka lakukan di rumah. Pada saat itu pula banyak orang tua siswa yang meneteskan air mata karena merasa bersalah dengan pola asuh yang mereka terapkan kepada anaknya di rumah selama ini.
Ibu Titin Suwartini, S.Pd.I, KepalaSsekolah MI Darul Huda, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada KAWAN SLI Angkatan 2 yang telah mengadakan kegiatan sosialisasi parenting untuk orangtua siswa MI Darul Huda. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi suatu jalan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam pola pengasuhan, pendidikan dan perlindungan,  sehingga adanya keselarasan antara program di sekolah dan di rumah.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044