Makmalian Dilarang Berjualan dengan Cara Ini!

Perjalanan untuk menjadi orang sukses memerlukan banyak usaha Makmalian. Begitu pula menjali bisnis. Banyak sekali orang-orang yang memiliki bisnis terkendala masalah modal. Padahal modal adalah instrumen utama yang harus dimiliki. Mungkin sebagian besar masyarakat mencari modal dengan cara berhutang baik uang ataupun barangnya kepada atasannya. Bahkan yang lebih parah lagi si konsumennya berhutang pula kepada penjual tersebut.

 

Hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu, beliau mengatakan Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli al-Kali’ bil Kali’ (utang dengan utang).

 

Hadis ini diriwayatkan ad-Daruquthni dalam sunannya 3105 dan Baihaqi dalam as-Sughra dari jalur Musa bin Ubaidah ar-Rabadzi dari Abdullah bin Dinar. Walaupun hadis ini dhaif namun sebagian para ulama sepakat bahwa jual beli piutang itu diharamkan. Dikarenakan merugikan salah satu pihak.

 

Imam as-Syafii dalam kitabnya al-Umm pernah membahas hukum menjual barang yang masih dalam tanggungan. Beliau mengatakan, “Kaum muslimin dilarang untuk jual beli utang dengan utang” (al-Umm, 4/30).

 

Pernyataan kesepakatan ulama: Ibnu Qudamah menukil keterangan ijma ulama dari Ibnul Mundzir, Ibnul Mundzir mengatakan, Ulama sepakat bahwa jual beli utang dengan utang tidak boleh. Imam Ahmad mengatakan, “Ulama sepakat dalam masalah ini” (al-Mughni, 4/186).

 

“Jual beli al-Kali bil Kali adalah seseorang (si A) menjual barang miliknya yang masih terutang kepada pembeli (si B) dengan pembayaran yang masih terutang di tempat orang lain (si C).” (Muwatha Malik, 2/659). Kurang lebih contohnya seperti ini lebih baik mempelajari terlebih dahulu sebelum mencoba sesuatu. Karena masih banyak akad-akad kontemporer yang masih awam dikalangan masyarakat. Bukan melarang berbisnis, namun dari pada yang kita lakukan itu sebenarnya salah. Lebih baik menghindar. Produsen juga harus lebih kritis terkait jual beli. Karena kita juga bagian salah satu yang menyebabkan para produsen melakukan akad-akad yang salah.

 

Semoga saja kedepannya kita lebih mencintai produk yang halal dan cara yang halal pula. Supaya dalam diri kita tidak ada mengalir darah-darah kejelakan yang tak sengaja kita perbuat dan keberkahan Allah selalu bersama kita. Pastinya kita bosankan dengan musibah yang diturunkan kepada kita. Makanya, yuk sama-sama ingatin saudara kita. Supaya kita dapat pahala dan terhindar dari dosa. Hidup senang dan insyaallah masuk syurga.

Komentar

komentar