Lombok Jangan Menangis Lagi

Lombok Jangan Menangis Lagi

Oleh: Febri Reviani
Konsultan Sekolah Literasi Indonesia
“Woe…bu guru datang,” seru anak-anak menghampiriku. 
Rasa haus menguasaiku karena matahari bersinar dengan sangat terik. Perjalanan menuju Yayasan Tarbiyatul Islam NW terasa jauh dan lama, padahal jaraknya tak terlalu jauh. Namun rasa haus tersebut seketika hilang ketika senyum ceria menyambut kedatanganku.
Hari ini kegiatan Sekolah Darurat Dompet Dhuafa dimulai. Tandanya anak-anak akan belajar kembali walau ruangan kelas tidak ada. Walau kelas seadanya, tetapi semangat mereka untuk belajar tak pudar. Meskipun bangunan rumah rata dengan tanah, bukan berarti pendidikan untuk mereka hilang.
Kegiatan Sekolah Darurat hari ini dimulai dengan adanya Ceruk Ilmu. Diawali dengan Membaca buku cerita yang dilakukan oleh Tim Dompet Dhuafa, kemudian pelabelan buku yang diberi nama Sekolah Darurat Dompet Dhuafa, dilanjutkan dengan membaca buku bersama dan diakhiri dengan membuat kesepakatan bersama untuk merawat Ceruk Ilmu.
Kegiatan Sekolah Darurat ini akan dilakukan setiap hari. jadwal pagi anak-anak akan disi dengan belajar tentang pengetahuan secara umum (membaca, menggambar, sains dan matematika) dan untuk sore harinya akan diisi dengan kegiatan  mengaji.
Sedih rasanya melihat kondisi Lombok saat ini, hanya saja saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak ini. Pendidikan untuk mereka tak boleh berhenti karena mereka adalah generasi penerus Indonesia.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044