Lebaranku Berbaju Baru

Lebaranku Berbaju Baru

Oleh: Andri Yulian
Suasana Syawal masih begitu terasa. Ya meski kali ini Lebaran di kota orang tapi banyak hal yang diperoleh.
Hal pertama yang banyak ditanyakan kepadaku adalah kenapa aku tidak mudik ke kampung halaman, kan rumahnya dekat, kan bisa naik bus kalau tidak ada tiket kereta, kenapa gak berkumpul bersama keluarga dan berlebaran di desa. Itulah contoh pertanyaan yang muncul di beberapa media sosial, dan kadang hanya bisa menjawab tidak karena sulit menjelaskan alasanya.
Entah kenapa, Lebaran tahun ini aku lebih memilih untuk menikmatinya sendiri tanpa kedua orangtua, sempat ada pertentangan saatku sampaikan bahwa aku tidak pulang Lebaran nanti, aku mau tetap di sini saja. Ibu adalah orang pertama yang menentang keinginanku, demikian dengan ayah. Maklum keluarga kami seringkali menghabiskan Lebaran di rumah dan selalu komplet bahkan saat aku menjalankan tugas sebagai guru konsultan di pedalaman Palembang, saat Lebaran aku sempatkan untuk pulang. Tapi sepertinya tidak untuk tahun ini.
Ramadan kemarin, bagiku adalah Ramadan yang luar biasa, saat di mana aku bisa benar-benar berbagi kebahagiaan bersama mereka. Ya mereka adalah siswa-siswa ditempatku bekerja, tidak semua memang tapi ada beberapa anak yang telah aku anggap sebagai adikku sendiri dan mereka telah mengajarkan aku tentang banyak hal.
Mungkin bagi kita, memakai baju Lebaran di Hari Raya adalah suatu hal yang biasa, bahkan mungkin tidak mesti di momen Lebaran kita bisa memakai baju baru. Ternyata hal ini tidak berlaku untuk mereka, mungkin untuk beberapa siswa yang beruntung dapat terpilih mengikuti program HOMESTAY, program orang tua asuh yang memang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Tapi untuk mereka yang tidak beruntung, ya menetap di asrama. keuntungan dari program HOMESTAY ini mereka bisa mendapatkan uang saku dan baju-baju baru, berkunjung ke tempat-tempat wisata dan berbagai hal yang tidak mereka dapatkan di asrama, tapi ini tidak untuk semua siswa.
Baju lebaran seakan menjadi hal yang benar-benar mereka impikan, berbeda sekali dengan saya yang Alhamdulillah, baju lebaran pasti selalu dapat dari paman ataupun bibi, bahkan aku bisa dapat dua baju baru sekaligus,
Ada rasa haru yang mendalam, mengingat perjuagan mereka untuk mendapatkan baju lebaran, bahkan ada yang rela mencuci baju temannya untuk mendapatkan upah, bahkan ada yang tanpa segan meminta baju dari temannya yang sudah tidak muat dipakai, tapi muat untuk dirinya.
Banyak hal yang aku peroleh dari Ramadan tahun ini, Lebaran kali ini meski jauh dari orangtua tapi senang sekali dapat berbagi apa yang saya punya kepada mereka.
Meski sejatinya Lebaran bukan berati baju yang baru yang kita kenakan, tetapi melihat perjuangan mereka, mereka pantas untuk mendapatkannya walaupun tidak setiap tahun.
Hikmah besar yang dapat saya petik adalah, terkadang hal-hal biasa yang sering kita dapatkan, dapat berarti suatu hal yang besar bagi mereka yang belum pernah melakukan.
Mari terus bersyukur dan berusaha membuat setiap orang bahagia .
Terima kasih bapak dan Ibu yang sudah mengizinkan aku untuk tidak pulang Lebaran kali ini.

***

Mari bergabung dan bergandengan tangan bersama Dompet Dhuafa Pendidikan untuk menyalakan pelita harapan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi melalui program-program pendidikan berkualitas. Salurkan zakat, infak, dan sedekahmu melalui nomor rekening: 2881 2881 26 BNI Syariah a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044