Kuraih Keberkahan dengan Menjadi Seorang Guru

Oleh: Nanik

Guru Sekolah Cerdas Literasi SDN 05 Saparan

Alhamdulillahirobil’alamin, aku selalu bersyukur kepada Yang Maha Kuasa karena berkat pertolongan-Nya aku bisa meraih cita-cita untuk menjadi pendidik. Dengan usiaku yang sudah tidak muda lagi. Sebelumnya aku tidak mengira dan tak bermimpi akan menjadi seorang pendidik. Aku kira ijazah SPG yang aku miliki tidak ada gunanya dan tidak diperlukan lagi. Semua ijazah yang aku miliki akan kujadikan abu arang. Karena aku sudah frustasi dan ini semua kuanggap sudah menjadi suratan takdir kehidupanku selama-lamanya.

Aku rela, tabah, dan ikhlas, menerima dan menjalani kehidupan ini. Shalat lima waktu aku kerjakan dengan tekun dan selalu berdoa kepada Allah swt. Semoga Allah mendengar doaku dan mengabulkannya. Suatu hari, ketika aku sedang salat ada seseorang yang datang ke rumah mencariku, aku terkejut heran karena yang datang ternyata sahabat lamaku. Kami berpisah sejak SPG tahun 1985 dan bertemu lagi pada tahun 1991. Aku bertanya pada sahabatku, bagaimana ia masih ingat padaku dan bisa datang ke rumah, sahabatku berkata, sampai kapanpun dan di mana pun dia berada, dia akan selalu ingat padaku. Dalam percakapan kami, dia menawarkan pekerjaan kepadaku. “Maukah kamu menjadi guru di sekolah pamanku?” tanyanya. Sekarang sahabatku ini bertugas menjadi guru di SMP, betapa senang dan terharunya aku mendengar tawaran itu. Setelah lama kami berbicara, sahabatku pamit pulang. “Besok aku jemput kamu, dan aku akan mengantarkanmu ke SD tempat pamanku mengajar,” ucapnya, seolah menegaskan bahwa ia benar-benar serius dengan tawarannya.

Semalaman mataku tidak bisa terpejam. Hatiku berkecamuk antara senang dan sedih. Senang karena mendapatkan pekerjaan menjadi guru dan menghadapi siswa-siswa kecil yang polos. Sedih karena aku harus meninggalkan anak yang bayi.

Akhirnya aku memutuskan, aku akan menitipkan anakku pada orang tua selama aku harus pergi mengajar. Sebab kehidupan tidak akan berubah kalau kita tidak mengubahnya sendiri. Aku menjadi guru honor selama 10 tahun pertama di TK dan di SD dari mulai gaji Rp 100.000 sampai Rp 750.000. Sambil menjadi guru honor aku mencari informasi melalui teman atau surat kabar. Ternyata informasi penerimaan PNS di kabupaten Bengkayang aku dapati di surat kabar.

Aku mencoba untuk ikut test yang ke 10 kalinya. Tiga bulan aku mengikuti tes. Ternyata namaku tercantum di daftar nama peserta tes yang lulus. Aku menangis karena senang, suka, dan terharu. Meski usiaku kini tidak muda lagi, aku bersyukur masih dapat menikmati keberkahan menjadi seorang guru.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044