KOMED: Dompet Dhuafa Sebagai Rumah Baru Saya

Oleh: Ihah Parihah

Sebuah komunitas saya ibaratkan sebagai rumah. Tempat beraktifitas, beristirahat, dan berinteraksi dengan semua anggotanya sebagai keluarga. Wikipedia menuliskan pengertian komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko, kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa.

 

Satu tahun lalu seorang sahabat mengajak saya bergabung pada sebuah Komunitas Media Pembelajaran (KOMED). Mungkin karena tahu aktifitas menulis saya dari media sosial. Ketika diminta untuk mengisi kegiatan Bookshare online di grup Whatsapp Komed Taman Guru Belajar, tentu saja bersedia dengan senang hati, kegiatan saya memang berkecimpung di dunia literasi. Sebelumnya berkonsultasi tentang aturan main di komunitas tersebut, agar aktifitas dan keberadaan saya di grup tidak menganggu peserta lainnya.

 

Peserta KOMED Taman Guru Belajar berasal dari berbagai daerah di sekitar Jabodetabek. Maret 2020, baru saya bergabung dengan Komunitas Media Pembelajaran khusus wilayah Banten mengurusi kegiatan Bookshare. Sebagai anggota baru, tentunya masih terus mempelajari ritme kerja dari kepengurusan yang baru terbentuk. Merasa nyaman karena semua senior menjadi pengayom, dengan senang hati memberi kesempatan dan kepercayaan untuk saya belajar. Program kerja tersusun secara terstruktur dan sistematik, pembagian tugasnya sudah jelas. Jadi memudahkan saya terus beradaptasi.

 

Tidak banyak yang saya tahu dari KOMED, sebatas pengetahuan jika komunitas tersebut di bawah binaan Dompet Dhuafa. Saya berfikir, Yayasan tersebut pastinya bergerak di bidang sosial. Bukan karena tidak peduli, tapi aktifitas saya di Komunitas Penggerak Literasi pun membutuhkan perhatian ektra. Belum lagi konsentrasi mengajar jarak jauh akibat wabah, menyelesaikan tugas di kelas menulis, ikut diklat dan webinar, mengurusi keluarga dan banyak hal. Membuat keberadaan saya di KOMED sebatas menjalankan kewajiban.

 

Sampai satu hari membaca percakapan di grup tentang membuat tulisan dengan tema Dompet Dhuafa Selalu di Hati. Ternyata tema tersebut membuat saya tergerak mencari tahu. Membuka sebuah website https://www.dompetdhuafa.org/. Tiba-tiba hati saya bergetar. Mengapa baru sekarang saya mencari tahu? Dompet Dhuafa memiliki 5 pilar program utama yang memiliki tujuan besar dalam mengentaskan kemiskinan.

 

Bidang Pendidikan Dompet Dhuafa berkomitmen menyediakan akses pendidikan seluas-luasnya untuk kaum dhuafa. Program kesehatan, mendirikan berbagai lembaga kesehatan yang bertujuan untuk melayani seluruh mustahik dengan sistem yang mudah dan terintegrasi. Program ekonomi Dompet Dhuafa memberdayakan masyarakat bebasis potensi daerah untuk mendorong kemandirian umat. Pertanian Sehat, Peternakan Rakyat, UMKM dan Industri Kreatif, Pengembangan Kawasan, Pengembangan Keuangan Mikro Syariah, Trading Area dan Argo Industri. Program Sosial dan Dakwah, Dompet Dhuafa merespon cepat permasalahan masyarakat sesuai dengan kebutuhanya. Pilar kelima adalah program Budaya.

 

Bagaimana tidak peduli jika rumah yang saya tempati ternyata sangat megah, sementara saya hanya berada di pagar pembatas. Memasuki setiap ruangnya seolah mengisi kekosongan jiwa. Rasa syukur berada di tengah keluarga yang memberi asupan gizi pada rohani. Orang-orang amanah yang mendedikasikan jiwa, raga, harta dan pemikirannya untuk kaum dhuafa. Bekerja tanpa pamrih, menyebar kemaslahatan bagi umat. Semoga keberadaan saya di rumah ini, dapat memberi manfaat dan bukan hanya singgah sesaat.

Komentar

komentar