Pembelajaran Literasi Berbasis Internet MTS Al Qadr

Ketika Anak Indonesia Timur Belajar Internet

Literasi di era digital mutlak diperlukan mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung sangat cepat. Begitu juga dengan literasi internet sangat diperlukan, karena dengan internet seseorang bisa mengetahui apa yang diinginkan secara tepat dan cepat. Dunia seolah di tangan manusia, waktu dan ruang tak menjadi masalah. Saat ini internet bukan hanya digunakan untuk mencari atau membagikan informasi, tetapi juga sudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan hiburan bahkan sebagai sarana penghasil uang. Harga tarif internet yang lumayan murah menjadikan para pengguna tidak hanya dinikmati oleh orang-orang yang berada di perkotaan tapi juga sudah merambah ke pedesaan. Tak terkecuali di daerah urban Kabupaten Malaka yang berada di perbatasan Indonesia-Timor Leste. Jangan salah di wilayah ini sudah mempunyai  jaringan 4G yang merambah ke sekolah.

Dengan adanya kemudahan akses internet di Kabupaten Malaka maka MTs Al-Qadr yang sudah memasukkan mata pelajaran TIK ke dalam Kurikulumnya. Maka  mau tidak mau siswa harus diajarkan TIK untuk mempersiapkan siswa-siswanya memasuki era industri 4.0. MTs Al-Qadr Betun terbilang baru berdiri yaitu tahun 2015 lalu. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh MTs Al-Qadr tak menyurutkan semangat Pak Risman sebagai guru TIK sekaligus guru IPS Terpadu untuk memperkenalkan Komputer dan Internet kepada siswa-siswanya.

Dengan bekal ilmu yang didapatkan selama mengerjakan tugas kuliah dan pengalaman  sebagai operator sekolah, Pak Risman dipercayakan untuk mengajar TIK di MTs Al-Qadr. Untuk mencapai tujuan pembelajaran TIK di kelas VII-IX diantaranya mengetahui Komputer dan Internet maka siswa tidak hanya dijejali dengan teori tapi praktik langsung. Itulah yang menjadi alasan Pak Risman untuk meminjam laptop guru-guru yang lain untuk digunakan oleh siswa belajar komputer. Pada awalnya siswa-siswa kelas VII dan VIII masih gemetaran saat menyentuh keyboard tapi setelah diperkenalkan mereka sudah mulai rileks ketika bersentuhan dengan laptop.

Sedangkan untuk kelas IX sudah diperkenalkan internet dan aplikasi yang digunkan untuk  saling berbagi informasi terutama chat dan email. Dari pembelajaran tersebut maka muncul ide dari guru-guru untuk menggunakan e-mail sebagai sarana untuk mengumpulkan tugas. Hal ini dilakukan agar pembelajaran bisa langsung diaplikasikan dalam pembelajaran. Bukan hanya pada mata pelajaran TIK tapi juga mata pelajaran yang lainnya seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan lain-lain. Mereka diharuskan untuk membuat akun atau alamat e-mail melalui hp android yang mereka miliki dan mengirimkan tugasnya lewat e-mail. Keterbatasan sarana dan prasarana MTs tak menjadi halangan untuk tidak melek teknologi. Akan tetapi, yang paling utama yang selalu ditekankan kepada siswa adalah bijaklah menggunakan internet. Dengan bekal ilmu agama yang diberikan di sekolah menjadi patron untuk menggunakan internet yaitu memadukan imtak dan iptek.

Kontributor : Hamid (Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia)

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044