Kepala Sekolah Berkompeten, Pendidikan Berkualitas

Oleh: Munjiah Uswah

Konsultan Relawan (KAWAN) Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Penempatan Konawe Selatan

 

Mengapa pendidikan di Indonesia terus dalam keprihatinan? Itulah salah satu pertanyaan yang terlintas dalam benak penulis. Berbicara soal pendidikan yang memprihatinkan maka otomatis tersimpan masalah di dalamnya, begitulah yang terjadi di dalam pendidikan. Lantas cara seperti apa yang perlu dilakukan agar masalah itu dapat diselesaikan? Jadi kalau kita analogikan ketika kita ingin sembuh dari rasa sakit, maka otomatis kita harus tahu dimana letak rasa sakit itu, sehingga pengobatan yang dilakukan sesuai dan rasa sakit itu bisa disembuhkan. Begitu pula dengan pendidikan. Ketika kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan, maka kita harus tahu dulu dimana letak permasalahannya dan pusat masalahnya, karena kalau kita tidak dapat menemukan pusat masalahnya yang terjadi solusi kita yang dilakukan akan mentah tidak sampai menyelesaikan sampai akar masalahnya. Alhasil solusi yang kita lakukan layaknya seseorang yang meminjam uang pada rentenir, tidak akan ada akhirnya yang ada masalah tersebut akan terus bertambah. Begitu juga dengan pendidikan, jika solusi yang dilakukan tidak menjawab sumber masalah maka hasilnya bukan menjadi lebih baik melainkan masalah baru akan bermunculan.

Bicara soal permasalahan pendidikan, jika penulis search di Om Google maka rentetan judul tentang permasalahan pendidikan akan keluar, entah itu hanya sebatas opini atau bahkan hasil research yang pasti, permasalahan tersebut adalah potret permasalahan pendidikan Indonesia. Pertanyaannya sekarang, dari banyaknya permasalahan tersebut lantas permasalahan yang mana yang pertama diselesaikan? Berbicara menyelesaikan masalah, maka yang perlu dilakukan adalah fokus pada satu masalah bukan merangkum semua masalah menjadi satu dan menyelesaikannya dalam satu tindakan, misalnya saja ketika kita terkena sakit flu, batuk dan magh, apakah untuk mengobatinya cukup dengan obat flu saja? Tentu saja tidak, begitu juga dengan menyelesaikan masalah pendidikan. Lantas bagaimana cara kita memfokuskan suatu masalah? Jawabannya adalah lihat masalah yang kiranya banyak memberikan pengaruh terhadap masalah yang lainnya, karena yang kita bahas sekarang adalah masalah pendidikan, maka yang perlu kita soroti adalah lembaga pendidikan salah satunya sekolah.

Baik atau tidaknya sekolah tergantung pada sistem kepemimpinannya, dimana puncak dari kepemimpinan sekolah berada pada Kepala Sekolah dan salah satu penyebab pendidikan di Indonesia masih dalam keterpurukan adalah masih banyaknya Kepala Sekolah yang belum berkompeten dalam memimpin sekolah. Hal ini diperkuat dari pernyataan Departemen Pendidikan Nasional bahwa diperkirakan 70% dari 250 kepala sekolah di Indonesia tidak kompeten, dikutip dari (suaraguru.wordpress.com: 2015). Mengingat kualitas Kepala Sekolah yang masih jauh dari harapan, terlintas sebuah pertanyaan bagaimana memilih kepala sekolah yang berkompeten dengan sistem pemilihan yang dikembalikan kepada daerah masing-masing khususnya untuk tingkat SD/MI dan SMP/MTS.

Bentuk pemilihan kepala sekolah yang dikembalikan kepada pemerintah daerah, menjadi sebuah polemik tersendiri bagi kemajuan pendidikan, salah satunya yang terjadi di kabupaten Konawe Selatan. Pemilihan kepala sekolah yang langsung ditentukan oleh pemerintah daerah tanpa seleksi dan hanya berupa pertimbangan pihak tertentu menghasilkan pro dan kontra. Bagaimana tidak, seseorang akan pro ketika Kepala Sekolah yang memimpin sekolahnya adalah seseorang yang berkompeten namun tidak sedikit juga yang kontra ketika kepala sekolah yang berkompeten harus dipindahkan atau malah di non jobkan tanpa alasan yang kuat dan malah digantikan dengan kepala sekolah yang kurang berkompeten dalam segi profesionalisme bahkan pengalaman.

Melihat kompetensi kepala sekolah yang masih jauh dari harapan, lantas apa solusi yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan Kepala Sekolah? Berbagai macam cara pastinya sudah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah diantaranya diadakannya Ujian Kompetensi Kepala Sekolah atau yang akrab dikenal UKKS. Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah pemerintah juga mengadakan pemilihan Kepala Sekolah berprestasi dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan profesionalisme kepala sekolah dalam menjalankan tugas profesionalnya. Lantas sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kepala sekolah dapat memberikan dampak positif yang signifikan di Kabupaten Konawe Selatan khususnya di kecamatan Tinanggea? Mengingat alur pemilihan kepala sekolah yang ditentukan langsung oleh daerah tanpa adanya seleksi, maka penulis katakan upaya pemerintah belum memberikan dampak positif yang signifikan.

Melihat potret Kepala Sekolah di Konawe Selatan khususnya kecamatan Tinanggea, penulis pikir perlu adanya pembaharuan dalam sistem pemilihan Kepala Sekolah. Sebagaimana Pemerintah harus mau merubah sistem pemilihan Kepala Sekolah yang kurang transparan tersebut menjadi transparan, salah satunya dengan cara melakukan seleksi pemilihan Kepala Sekolah, baik itu seleksi test atau pun non test. Tambahannya agar Kepala Sekolah yang sudah terpilih bertambah kompeten, maka setelah lolos seleksi test, Kepala Sekolah yang terpilih wajib mengikuti karantina, dimana dalam kegiatan karantina ini para Kepala Sekolah diberikan bekal untuk menjadi Kepala Sekolah yang berkompeten dan profesional. Sedangkan untuk tindak lanjutnya, pihak pemerintah daerah harus kerja ekstra dalam memberikan pengawasan terhadap kinerja Kepala Sekolah dan alangkah lebih baiknya, untuk memotivasi para kepala sekolah maka pihak pemerintah daerah mengadakan pemilihan kepala sekolah berprestasi tingkat daerah dan untuk merealisasikan program ini pastinya kompetensi Kepala Sekolahpun akan meningkat dan memberikan imbas yang postif terhadap kualitas pendidikan khususnya di Konawe Selatan. Namun catatannya, dalam merealisasikan program tersebut pemerintah harus mau mengalokasikan dana khusus. Jika Pemerintah Konawe Selatan benar-benar ingin meningatkan kualitas pendidikan di Konawe Selatan, rasanya dana bukanlah suatu masalah yang besar untuk tujuan yang mulia. Sekian dan terimakasih J

 

Komentar

komentar