Kelas Cantik Buat Siswa Kreatif

Oleh: Eko Nurhaji Purnomo

Hari ini kelas empat akan belajar mata pelajaran IPS. Bukan belajar dengan metode IPS yang biasanya digunakan, biasanya kita selalu menghafal untuk pelajaran satu ini. Hasilnya, banyak sekali siswa-siswi yang suntuk dan malas untuk pelajaran ini. Tetapi hari ini, saya dan murid-murid akan belajar dengan menggunakan kertas bekas, lem, dan pensil warna.

Aku pun masuk ke kelas, dari pintu aku melihat soraknya. Kelihatannya mereka sudah tahu kalau hari ini kita akan membuat display kelas. Pelajaran yang sangat menyenangkan. Guru-guru pun baru mengetahui tentang display kelas dari pelatihan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Pendidikan. Biasanya guru-guru ketika menugaskan siswa membuat tugas, baik paper test atau karya siswa (produk), tugas yang telah selesai dinilai, akan menjadi barang bekas yang hanya ditumpuk di meja untuk dikilokan atau disimpan di ruang guru bahkan di gudang.

Saat ini para guru baru memahami, bagaimana kondisi psikologi siswanya jika karyanya tidak dihargai, dari display kelas inilah kita baru memahami mengenai hal itu. Display ini memiliki peran besar bukan hanya untuk menghias ruangan saja, tetapi banyak sekali manfaat dari kegiatan ini, dengan kegiatan ini siswa akan merasa lebih dihargai ketika mendapatkan tugas, apalagi ketika dipajang, mereka pun akan bertambah semangat dan tidak bosan datang ke sekolah karena suasana kelas yang menarik.

Seperti pembelajaran kali ini, materi tentang alat-alat transportasi, di awal pelajaran mereka begitu antusias ketika saya menjelaskan materi ini. Beberapa siswa tampak bertanya. Hari ini siswa-siswa akan menggambar alat-alat transportasi yang mereka ketahui. Begitu bersemangatnya mereka menggambar, berbagai gambar yang mereka gambar tampak sangat kreatif.

Lihat saja, ternyata gambar yang didapat bukan hanya gambar-gambar yang sering kita jumpai saja seperti sepeda, motor, mobil. Tetapi banyak yang lain sampan, kapal besar, helikopter, pesawat terbang. Begitu serasi padanan warna yang mereka buat. Saya tak menyangka ditempat yang begitu terpencil mereka bisa membuat gambar-gambar seperti ini.

Ketika menggambar, aku pun mempersiapkan papan tempat menempelkan karya mereka. Setelah selesai mengambar anak-anak pun berebutan maju kedepan untuk menempelkan karya mereka. Wah, menyenangkan sekali, sesekali mereka melihat gambar temannya dan memujinya, “gambarmu bagus!”. Sesekali juga ada yang mengkritik gambar temannya. Suasana spontan yang menyenangkan. Semuanya berkumpul mengitariku dan papan tempat menempelkan karya ini. Sesekali mereka bertepuk tangan ketika aku menempelkan gambar mereka satu persatu. Display pun telah selesai dibuat, waktunya menempelkan di dinding, rasanya ada yang kurang. Apa ya? Oh, ternyata tidak ada gambar kereta api! Aku baru sadar dan tersenyum, karena memang disini belum ada kereta api.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044