KAWAN SLI: Terbatas Tapi Tetap Menyenangkan 

 

Oleh:  Fitri Asmawati, S.Pd. (Guru Kelas 6, MIN 2 Kulon Progo)

 

Hari ini merupakan hari pelatihan terakhir yang digelar oleh SLI dalam kondisi kesiapsiagaan dan pencegahan COVID-19, pelatihan yang semula direncanakan di MI Muhammadiyah Serangrejo dibatalkan dan diganti pelatihan daring melalui WA grup. Ini bukan tanpa alasan. Sebelum diputuskan untuk pelatihan online kawan Irfa dan kawan Wahyu sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang. Tepat pukul 10.00 WIB KAWAN SLI memulai membuka kegiatan dengan presensi dari masing-masing sekolah/madrasah dengan mengirimkan foto tim guru hebat beserta kepala sekolah/madrasah hebat.

 

Mulailah KAWAN Irfa menerangkan tentang tips dan cara menulis dengan cepat. Selain menjelaskan tentang tips dan cara menulis, KAWAN Irfa memberikan dua permaian yaitu Curah Ide dan Kata Kunci beserta cara dan langkah permainan. Permainan Curah Ide adalah salah satu obat penyakit tidak ada ide. Sementara itu dalam permainan kata kunci Kawan Irfa memberikan tiga kata kunci tidak saling berhubungan kemudian peserta diminta untuk membuat cerita dari kata kuci tersebut.

 

Untuk menggunakan teknik tiga kata kunci ini, disediakan waktu antara 10-15 menit. Dari permaian pertama inilah mulai muncul beberapa kelucuan dan kekonyolan peserta. Ada yang tidak membaca petunjuk, ada juga yang asal cepat menulis. Hampir sebagian besar peserta tidak memperhatikan kata kunci yang disampaikan oleh KAWAN Irfa. Semua asyik dengan idenya masing-masing. Alhasil kertas sudah terlanjur ditulisi dengan ide dari masing-masing peserta, bukan dari kata kunci yang diberikan dan tentunya saja tidak nyambung. Kelucuan masih berlanjut dalam permainan pertama di mana beberapa peserta mungkin merasa lelah sehingga mengirimkan foto-foto yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan materi. Ada yang mengirim foto makanan, minuman, uang, ataupun emoji lucu lainnya.

 

Permainan kedua tidak kalah lucu dan kereen. Belum diminta mulai, peserta sudah pada ngirim hasilnya. Lucu dan konyol karena ternyata aku salah satu yang tidak nyambung. Parahnya, aku baru menyadari setelah aku sampai rumah.  Ternyata kekonyolan dan kelucuan berasal dari sebuah instruksi yang kurang lengkap. Instruksi yang seharusnya diberikan di awal permaianan. Misalnya, “Perhatikan intruksi sampai selesai, jika belum ada hitungan mulai jangan mulai!”

 

Ini bukan kesalahan. Ini adalah pembelajaran bersama.

 

Selain lucu, ada hal aneh dalam permainan kedua dimana ketika menulis cerita dari tiga kata kunci, aku mulai membaca dan melihat satu persatu tulisan cerita baik dari guru hebat maupun kepala sekolah/madrasah hebat. Ada beberapa cerita yang mirip tanpa ada kesengajaan. Entahlah.

 

Senyumku terhenti sesaat ketika membaca obrolan prnutup yang dituliskan baik oleh KAWAN Irfa maupun KAWAN Wahyu. Sedih haru karena ada kata pamit, permohonan maaf dan perpisahan. Rasanya belum cukup ilmu yang aku peroleh selama ini. Tetapi pelatihan harus berakhir. Akhir pelatihan berarti awal sebuah proses aksi dan implementasi. Perpisahan lewat daring  sungguh sangat menyedihkan karena saat awal, kita dipertemukan dalam suasana seru-seruan.

 

Terima kasih KAWAN Irfa dan KAWAN Wahyu. Terima kasih SLI. Terima kasih Dompet Dhuafa. Ini adalah akhir sebuah awal. Insya Allah.

 

 

 

Komentar

komentar