KAWAN SLI: Tak Ada Keraguan Pada Ramadan

Oleh: Darfin (Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia angkatan 3)

 

Bulan suci Ramadan begitu dinanti-nantikan oleh setiap umat muslim di dunia. Bahkan tak jarang kita berdoa kepada Allah untuk selalu bisa dipertemukan dengan bulan yang mulia ini. Banyak hal yang membuat Ramadan selalu dinantikan kedatangannya. Makan sahur, tarawih, berburu takjil, berbuka puasa bersama keluarga dan kerabat. Momen-momen inilah yang selalu dirindukan.

Ternyata tidak hanya itu, bulan suci Ramadan juga memiliki keistimewaan sehingga membedakannya dengan bulan-bulan lainnya. Bulan suci Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga siapapun yang membacanya pada bulan suci ini maka Allah akan melipat gandakan pahalanya. Malam lailatul Qadar pun salah satu dari keistimewaan bulan suci Ramadan, karena istimewanya maka Allah memuliakan malam itu. Tahukah kawan bahwa malam lailatul Qadar malam yang lebih baik dari seribu bulan artinya ketika kita melaksanakan ibadah salat atau membaca Al-Qur’an di malam itu sama dengan kawan melakukan seribu bulan. Masya Allah.

Ramadan adalah bulan penuh pengampunan dosa, melalui berbagai aktivitas ibadah dan amalan salih di bulan suci ini maka Allah akan menghapus dosa-dosa kita, lebih mulianya lagi dosa-dosa kita divmasa lalu Allah juga hapus. He he tapi bukan menghapus kenangan dengan mantan di masa lalu ya. Ternyata oh ternyata Ramadan memiliki keberkahan terutama bagi pedagang-pedagang takjil yang beraktivitas pada bulan suci ini. Pedagang takjil bisa mendapatkan keuntungan dari menjual takjil. Mungkin setelah membaca kisah ini kawan inspiratif langsung niat buka usaha ya. aamiin.

Keistimewaan lain dari Ramadan adalah dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka. Allah memberikan kesempatan untuk hambanya untuk masuk surga dengan syarat ibadah dan amal salih. Allah juga menutup pintu neraka dan syaitan dibelenggu agar tidak menggoda umat manusia selama Ramadan.

Tak diragukan lagi keistimewaaan, kemuliaan, dan keberkahan bulan suci Ramadan, lantas apa yang harus kita lakukan saat ini ?
Setiap detik, apakah kita sibuk dengan membuat gosip atau mendengar gosip?
Setiap detik, apakah kita disibukan dengan melakukan sesuatu yang tidak memberikan manfaat?
Setiap detik, apakah kita selalu mencari kesalahan orang lain?
Setiap detik, apakah kita selalu berbuat dosa?
Setiap detik, apakah kita mengisi dengan kegiatan ibadah dan amal salih?

Jangan biarkan Ramadan berlalu begitu saja tanpa ada yang bisa kita dapatkan. Ingat setiap detik itu penuh makna, karena sedetik tak akan pernah terulang dan banyak juga karena sedetik hanya penyesalan yang terucap. Maka tentukanlah, detik ini apa yang harus kita lakukan agar setiap detik yang kita miliki bermakna dan mendapatkan nilai kebaikan dihadapan Allah Swt.

Kejarlah kebaikan-kebaikan yang ada di Ramadan dan lakukan seolah-olah ini adalah Ramadan terakhir kita tahun ini. Terima kasih kawan sudah membaca kisah ini ya, semoga Ramadan kali ini setiap detiknya penuh dengan hal-hal yang baik, aamiin.

Komentar

komentar