KAWAN SLI: Syukur Dalam Batas

By: Alivia Choirun Nisak, KAWAN SLI Penempatan Kabupaten Asahan

 

Sungguh tak terkira Allah menghidangkan kenikmatan. Oksigen di sepanjang hari yang tidak pernah ada jeda dihirup oleh manusia. Allah hadirkan orang-orang kesayangan, supaya hidup manusia semakin bermakna. Ia berikan segala kenikmatan hidup yang tak terkira jumlahnya. Namun ketika Allah menyabut salah satunya, manusia seakan tak berdaya.

 

Virus Corona diturunkan Allah dengan gagahnya. Hingga tak ada yang mampu menghalangi langkahnya. Jutaan manusia terpapar siksanya. Meringkih kesakitan, sembari berusaha bertahan.

 

Lalu, bagaimana dengan manusia lainnya yang baik-baik saja?

 

Ya, raga mereka memang baik-baik saja. Namun, tidak dengan jiwanya. Kebosanan dalam batas menghadirkan keluh yang tak tahu kapan berakhirnya. Namun hal ini tidak berlaku pada mereka yang mudah bersyukur.

 

Syukur, satu hal yang diajarkan Allah pada hamba-Nya. Mengantarkan mereka pada titik kebahagiaan akibat penerimaan atas apa yang didapatkan. Seperti halnya dalam surah Ibrahim ayat 7.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian memaklumatkan, “Sesungguh­nya jika kalian bersyukur (atas nikmat-Ku), pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih”.

 

Maka, apalagi yang ingin engkau pertanyakan soal kenikmatan?

 

Corona hanya menghilangkan salah satu nikmat dari-Nya. Syukur dalam keterbatasanlah yang mampu kita lakukan. Sembari mendoakan mereka yang sedang kesakitan melawannya. Yuk bergandengan dalam berbuat kebaikan dengan melengkapi ruang kotak nasi yang kosong

Komentar

komentar