KAWAN SLI: Saatnya Membenahi Sekolah Melalui School Strategic Discussion 

KAWAN SLI: Saatnya Membenahi Sekolah Melalui School Strategic Discussion

Oleh hairunnisah KAWAN SLI Asahan angkatan 3 penempatan Kabupaten Asahan

Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) penempatan Kabupaten Asahan mengadakan pelatihan School Strategic Discussion (SSD) di Mis PP Khairul Mukminin. School Strategic Discussion (SSD) adalah metode penyusunan rencana pengembangan strategis sekolah melalui diskusi partisipatif yang melibatkan semua elemen-eleman pendidikan yang terkait dengan sekolah. Pelatihan School Strategic Discussion (SSD) dilakukan agar kepala sekolah/madrasah memahami konsep dan langkah-langkah dalam menjalankannya. Selain itu, pelatihan School Strategic Discussion (SSD) bertujuan agar kepala sekolah/madrasah mampu membimbing  jalannya SSD di sekolah sasaran dan sekolahnya sendiri. Kepala sekolah/madrasah secara bergiliran akan melakukan SSD ke sebelas sekolah dampingan.

 

Pelatihan yang dihadiri oleh sebelas kepala sekolah dampingan SLI dari Kecamatan Air Joman dan Kecamatan Silau Laut. Sebelum memberikan materi KAWAN SLI Asahan memberikan pre-test  terlebih dahulu untuk mengukur sejauh mana pemahaman kepala sekolah/madrasah tentang SSD.

Berdasarkan tujuan dari pelatihan SSD, pelatihan terbagi dalam dua sesi. KAWAN Alivia mengisi sesi pertama dengan menjelaskan tentang konsep SSD. Konsep SSD memuat langkah-langkah sebagai acuan untuk melakukan praktik SSD di sekolah/madrasah. Adapun langkah-langkah dalam SSD yaitu pemetaan sekolah, analisis kondisi, alternatif solusi, langkah perbaikan dan komitmen bersama. Pemaparan langkah-langkah tersebut dirancang dalam sebuah singkatan yaitu pesek andi kurang alusi lapar jadi koma. Hal ini dilakukan untuk mempermudah kepala sekolah/madrasah dalam memamahami konsep SSD.

Pada sesi kedua KAWAN Luthfian berfokus pada praktek melakukan SSD. Kepala sekolah/madrasah terlibat dalam melakukan praktek dengan mengacu pada langkah-langkah SSD. Kepala sekolah/madrasah dibagi dalam tiga kelompok berdasarkan lingkup metode uswah. Masing-masing kelompok ditugaskan menuliskan kondisi ideal dari indikator-indikator metode uswah pada kertas plano berdasarkan apa yang mereka pahami dan pengalaman ketika mengukur peforma sekolah. Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi dan menanggapi. Hal itu dilakukan sebagai jembatan sebelum melakukan praktik SSD.

Pada tahap pemetaan sekolah, mereka diberikan suatu kondisi sekolah yang akan dianalisis sehingga menemukan beragam kelebihan dan kekurangan sekolah yang mengacu pada butir- butir metode uswah pada lembar observasi dan pemahaman ketika melakukan pengukuran peforma sekolah.

 

Pada tahap analisis kondisi mereka dibimbing untuk memberikan kategori A-E dan menganalisis akar dan simpul dari masalah berdasarkan pemetaan sekolah yang dilakukan sebelumnya. Setelah itu, pada tahap alternatif solusi mereka dibimbing untuk menentukan permasalah yang paling krusial dan dapat diperbaiki bersama selama setahun ke depan. Pemilihan masalah yang paling krusial diambil dari kategori paling rendah dan merupakan akar dari masalah.

 

Mengatasi masalah krusial harus memiliki langkah-langkah yang menghasilkan program perbaikan. Pada tahap langkah perbaikan kepala sekolah/madrasah secara bersama-sama menyusun rencana kegiatan atau program perbaikan  dan indikator keberhasilan program. Selain itu, mereka juga menentukan jadwal implementasi dan penanggung jawab program. Tahap terakhir adalah komitmen bersama. Kepala sekolah/madrasah secara bersama-sama membaca komitmen yang telah dibuat untuk bersungguh-sungguh melaksanakan hasil SSD yang telah disepakati.

 

Pelatihan ini diakhiri dengan kepala sekolah/madrasah mengerjakan post-test dan form evaluasi training. Post-test dilakukan untuk mengukur pemahaman kepala sekolah/madrasah setelah mendapatkan materi pelatihan. Sedangkan hasil evaluasi akan menjadi acuan perbaikan KAWAN SLI dalam memberikan pelatihan berikutnya.

 

 

Komentar

komentar