KAWAN SLI: Pelajaran Hidup Berharga dari Seorang Ayah

KAWAN SLI: Pelajaran Hidup Berharga dari Seorang Ayah

Hari ini aku dan beberapa temanku melaksanakan agenda kunjungan sekolah ke beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Tembalang, kegiatan ini merupakan bagian dari program Konsultan Relawan Sekolah literasi Indonesia (KAWAN SLI) yang sedang kujalani.
Hari ini mba Yuyun school visit ke SD Negeri Tandang 03, mba Putri kunjungan sekolah ke SD Negeri Sendangmulyo 01 sedangkan aku ke MI Baiturrahim Kecamatan Tembalang. Kami ke sekolah menggunakan dua motor, aku diantar oleh mba Yuyun dan nanti setelah kunjungan sekolah aku dijemput kembali.
Disela-sela waktu menunggu dijemput mba Yuyun di depan salah satu toko, seorang pengamen pria berparas wanita menemuiku, umurnya sekitar lima puluh tahun. Ia menggunakan baju kuning dengan celana legging coklat sambil membawa kincringan yang sesekali ia mainkan. Setelah selesai satu lagu ia mulai bercerita tentang kondisinya sekarang, ia mengatakan jika memiliki anak yang masih duduk di kelas tiga SMK. Seketika terlintas dibenakku,  “bagaimana tanggapan anak beliau dengan mengetahui kondisi bapaknya seperti ini?”
“Aku punya anak laki-laki yang duduk di bangku kelas tiga di salah satu  SMK di Kota Semarang. Istriku meninggal beberapa tahun lalu ketika anakku masih kelas empat SD,” katanya.
“Lalu mas?” tanyaku.
“Aku mengambil keputusan bekerja sebagai pengamen dan berpenampilan seperti ini agar orang tertarik melihatku dan aku bisa menafkahi putraku,” ucapnya.
Seketika batinku diketuk, apa yang kulihat saat ini bukanlah keinginannya sendiri melainkan usahanya mencari uang. Dia kembali bercerita “suatu ketika seorang teman anakku menyampaikan padanya tentang pekerjaanku saat ini, anakku tidak tahu kardna penampilan seperti ini tidak pernah kuperlihatkan dihadapannya. Aku tampil layaknya seorang ayah, seorang laki-laki tangguh”.
Sejenak aku terpaku dan meneteskan air mata, kulihat matanya juga berkaca-kaca ketika menceritakan kisah pilu yang sedang ia hadapi. Setelah bercerita ia mendoakan agar urusan kami sukses dan lancar. Dalam hati aku berkata “ya Allah sungguh aku tidak menyangka ada orang seperti ini, aku adalah hamba yang masih belum begitu bersyukur atas Rahmat dan Nikmat  yang telah diberikan Allah”.
Alhamdulillah aku bisa belajar banyak dari sosok yang sering dicemooh orang karena penampilannya.

Komentar

komentar