KAWAN SLI, Pahlawan Masa Kini dan Nanti

KAWAN SLI, Pahlawan Masa Kini dan Nanti

Oleh: Alivia Choirun Nisak – KAWAN SLI Angkatan 3 penempatan Asahan
10 November merupakan hari bersejarah di Indonesia. Tepat pada hari ini diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional, hari di mana para pahlawan mempertaruhkan nyawa demi Indonesia tercinta.  Seluruh masyarakat Indonesia menyambut hari yang penuh sejarah ini dengan gegap gampita.
Kami, KAWAN SLI Angkatan 3 penempatan Asahan memperingati hari bersejarah ini bersama jajaran staf kecamatan, kepala kelurahan, kepala desa, kepala kepolisian sektor, dan para kepala sekolah dari beberapa sekolah, dengan mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan di lapangan Kantor Kecamatan Air Joman. Cuaca yang sedikit mendung membuat upacara semakin syahdu karena dibuka dengan lantunan Alquran, acara ini berjalan begitu lancar.
“Kitalah pahlawan masa kini”, begitu kata Ruslan Sitorus, Camat Air Joman, beliau berharap kepada para peserta upacara yang hadir bahwa sebagai pejabat yang melayani masyarakat hendaknya mampu mendampingi masyarakat untuk sampai pada titik demokrasi. Titik yang mengantar masyarakat untuk benar-benar mendapatkan haknya. Hidup tanpa celah ketidakadilan.
Pahlawan yang disebut-sebut pengorbanannya tanpa balasan. Bercucuran keringatnya demi bendera berwarna merah dan putih, supaya dapat berkibar bebas di tiang yang menjulang tinggi. Tersayat kulit pahlawan oleh parang yang dibawa komunis. Ditembus dagingnya oleh peluru yang ditembakkan oleh penjajah.
Kini, bentuk serangan penjajah telah berbeda. Tak ada sayatan yang terlihat oleh mata. Kini, serangan itu menyerang pikiran. Menyerang kecerdasan penerus bangsa yang tak berdosa.
Pahlawan pendidikan, itulah yang sedang Indonesia butuhkan. Menyelamatkan generasi penerus bangsa yang akan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Memperbaiki sistem yang sedang bekerja, namun tak sesuai dengan fungsinya. Menyulam kembali benang yang sempat dirajut supaya menjadi pakaian yang siap digunakan.
KAWAN SLI mendampingi sekolah supaya mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Menjahit lubang dalam sistem yang sekian lama dibiarkan menganga. Berdaya bersama kepala sekolah untuk menjadi pahlawan dalam bidang pendidikan. Guna selamatkan generasi penerus bangsa.

Komentar

komentar