KAWAN SLI: Karena Komitmen Bersama Itu Penting 

KAWAN SLI: Karena Komitmen Bersama Itu Penting 

Oleh: Irfa Ramadhani KAWAN SLI Angkatan 3 penempatan Kulon Progo

 

Tagar #DIYDaruratKlitih jadi trending? Luar biasa, ternyata kejahatan benar-benar berada di dekat kita. Salah siapa? Sekolah? Seringkali sekolah jadi sasarannya. Ataukah polisi? Seringkali mereka juga disangsikan eksistensinya.

 

Lalu bagaimana dengan kita? Masihkah berperan sebagai pembaca atau pendengar yang gemas dibuatnya? Rasanya, kita cukupkan saja. Sudah saatnya kita menunjukkan aksi nyata. InsyaAllah, Yogyakarta akan baik-baik saja.

Sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu duduk dan berdiskusi bersama. Rapatkan barisan dan semakin berbenah untuk melakukan evaluasi bersama. Bukankah pelaku klitih juga anak-anak Indonesia? Mereka saudara kita, mereka bertalenta, hanya saja keliru menyalurkan talentanya.

 

Klitih hanya satu dari sekian banyak fenomena sosial yang ada di Yogyakarta. Untuk itu, diskusi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat ini adalah penting adanya. Kita memiliki tugas bersama untuk terus berupaya menciptakan lingkungan sebaik-baiknya.

 

Upaya diskusi antara komponen sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam satu minggu (lebih) ke belakang juga telah dilakukan oleh sepuluh sekolah dampingan Sekolah Literasi Indonesia (SLI). Sebelumnya, kepala sekolah mendapatkan pelatihan School Strategic Discussion (SSD) dari Konsultan Relawan SLI yang dapat Makmalian lihat pada pranala ini > https://pendidikan.kulonprogokab.go.id/article-1119-penyampaian-hasil-pengukuran-performa-dan-pelatihan-praktik-school-strategic-discussion-sli.html.

SDN Karangwuni menjadi sekolah pertama yang menggelar diskusi di atas. Diskusi dilaksanakan di beberapa lokasi diantaranya MIN 2 Kulon Progo dan MI Muh Serangrejo, SDN 1 Sentolo dan SDN 2 Sentolo, MI Muh Kenteng dan SD Muh Sidowayah, SDN Giripeni dan SD Muh Girinyono, dan berakhir di SDN 1 Kulwaru. Proses diskusi  menghadirkan pengawas sekolah/madrasah, komite, paguyuban orang tua, serta tokoh masyarakat. Selain itu, diskusi turut menghadirkan satu kepala sekolah/madrasah dampingan lain dan KAWAN SLI untuk membantu kepala sekolah/madrasah (yang  bersangkutan) dalam memandu alur diskusi.

 

Titik awal diskusi bermula dari hasil pengukuran awal SLI. Selanjutnya, segenap peserta SSD merumuskan program-program sekolah dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Pada akhir sesi diskusi, peserta melakukan pengucapan dan penandatangan komitmen bersama. Sebagai salah satu contoh program pemberdayaan masyarakat, komite dan wali murid yaitu program perbaikan musholla SDN Giripeni.

Semoga kegiatan ini mampu menginspirasi dan Allah berkenan menjadikan setiap kita menjadi golongan yang tidak merugi. “Menyatu.. Menyatu.. Luar biasa. Menyatu.. Menyatu.. Istimewa”.

 

Wal-‘ashr, Innal-insaana lafii khusr, Illalladziina aamanuu wa ‘amilush-shoolihaati wa tawaashou bil-haqqi wa tawaashou bish-shobr (Al-‘Ashr: 1-3). Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

 

Komentar

komentar