KAWAN SLI: Kala Rindu, Hanya Senyummu Penyemangatku

KAWAN SLI: Kala Rindu, Hanya Senyummu Penyemangatku

oleh: Darfin, KAWAN SLI Angkatan 3, penempatan Bima

 

 

 

Masih terasa diingatan, pada Sabtu di akhir bulan Agustus lalu aku harus berpisah (untuk sementara) dengan istri tercinta karena harus ke Kota Bogor guna mengikuti pelatihan intensif menjadi Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI). Raut wajahnya berubah tatkala harus berpamitan denganku, sepanjang jalan wajah sedihnya tertanam di kepala; pun masih terbayang isak tangisnya kala mengiringi kepergianku. “Sabar ya Dik, ini demi ummat, demi pendidikan Indonesia lebih baik,” ujarku sambil memberi pelukan paling hangat.

 

 

 

Bukan hal mudah meninggalkan istri demi mengabdi menjadi KAWAN SLI di daerah yang belum pernah kukenal sebelumnya, apalagi saat itu istri sedang mengandung dua bulan, setahun di penempatan rasa seabad. Namun istriku paham dan yakin bahwa keputusan bergabung menjadi KAWAN akan mengubah cara berpikir masyarakat di wilayah marginal dan tentu saja akan mengubah wajah pendidikan Indonesia.

 

 

 

Windy Filmayanti, namanya. Wanita sederhana dan tangguh yang mampu menahan rindu untuk bertemu suaminya. Ketika pembinaan KAWAN di DD Pendidikan, Bogor, Jawa Barat, disaat baru dua minggu mengikuti pembinaan tiba-tiba tersiar kabar kalau istri tiga kali masuk rumah sakit. Hebatnya ia tidak mengeluh, ia hanya berpesan “ikuti baik-baik pembinaan, jaga kesehatan InsyaAllah, Allah selalu menjagaku. Kamu jangan lupa berdoa untukku agar selalu diberikan kesehatan ya”. Kekuatannya adalah kekuatanku, maka aku harus berusaha sebaik mungkin di sini.

 

 

 

Satu-satunya cara yang kami lakukan untuk melepas rindu adalah dengan berkomunikasi melalui video call, meskipun kesibukan sebagai KAWAN dan masalah sinyal di daerah membuat intensitas komunikasi tak seperti dulu tetapi tak membuat kami malah berjarak. “Aku rindu,” ucapnya setiap kali kami berkomunikasi, aku hanya bisa menjawab dengan senyuman sambil menceritakan serunya menjadi seorang KAWAN.

 

 

 

Hari ini tiga tahun sudah kami bersama, membangun cinta karena Allah semata; di saat yang sama, hari ini merupakan tiga tahun kepergian ibu dari istri terhebat sepanjang masa. Walaupun duka masih menusuk, tapi ucapan romantis istri sebagai penyemangat agar aku tetap kuat menjalani hari-hari di penempatan membuat hari terasa berbeda dan membuat makin semangat. Karena tugas mulia yang aku kerjakan saat ini adalah jembatan menuju sukses dan aku bangga menjadi KAWAN SLI angkatan 3.

Komentar

komentar