KAWAN SLI: Impian SDN Giripeni Mengubah Keresahan Menjadi Gairah

Oleh : Harni Astuti, M.Pd. (Kepala Sekolah SDN Giripeni, Sekolah Dampingan KAWAN SLI 3 Kulon Progo)

 

 

Mushola Al Iman SD Negeri Giripeni sudah 21 tahun berdiri membersamai warga sekolah beribadah. Selama 21 tahun itu, belum pernah sekalipun mushola direnovasi. Kalian tahu seperti apa mushola kami? Lantai retak-retak, atap bocor, dan eternit jebol. Itulah gambaran pertama kali ketika Januari 2018 saya bertugas di SD Negeri Giripeni. Melihat kondisi seperti itu, tak terasa hati begitu teriris saat masuk ke mushola untuk melaksanakan ibadah shalat. Hati saya bergejolak, “Apa yang harus  saya perbuat agar rumah ibadah ini layak kami gunakan sebagai tempat bersimpuh padaNya?”

 

Selama dua tahun, saya pendam harapan untuk mewujudkan impian itu. Kenapa?  Ya, tak ada dana jawabannya. Hei, bukankah ada dana BOS? Dana BOS memiliki aturan penggunaan, hanya dibolehkan untuk renovasi ringan. Lalu apa harus menarik dana dari para wali murid? Sekolah tidak boleh menarik sumbangan dari wali murid dalam bentuk apapun. Percakapan batin dan segala keresahan ini tak jua menemukan jawabannya. Dua tahun berlalu, impian itu tak pernah terwujud. Apakah saya sudah gagal?

 

Surat edaran dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) datang dan meyarankan agar sekolah mengajukan proposal renovasi mushola ke BAZNAS Kulon Progo. Secercah harapan ini membuat saya bersemangat lagi. Saya tidak gagal. Allah sudah memberikan petunjuk, saatnya berjuang. Proposal kami ajukan ke BAZNAS. Tak hanya itu, kami juga membuat proposal untuk diajukan ke desa. Apapun hasilnya, insyaallah itulah yang terbaik. Sayang sekali, pengajuan ke desa tidak lolos. Akan tetapi setelah enam bulan menunggu, tepatnya tanggal 26 Desember 2019 dana renovasi dari BAZNAS sudah bisa dicairkan sebesar 20 juta rupiah. Jumlah yang cukup besar, alhamdulillah. Terbayar sudah keresahan dan penantian itu. Langkah selanjutnya kami segera mengadakan rapat pembentukan panitia renovasi dan sekaligus merancang anggaran bersama para komite. Setelah melakukan perhitungan, ternyata dana habis untuk renovasi atap dan plafon. Tak apa, segera kami akan melakukan aksi.

 

Tahap pertama kita laksanakan secara gotong royong bersama komite sekolah dan  wali siswa. Sungguh, mereka datang saling bahu membahu. Sinar mentari tak membuat semangat mereka luntur. Kebersamaan yang sangat menyilaukan. Kami bangga memiliki komite dan para orang tua/wali siswa hebat. Hari demi hari berlalu, hati berbisik lagi. Bagaimana untuk pengerjaan selanjutnya? Apakah cukup dengan bergotong royong? Pengerjaan harus dikerjakan oleh pekerja yang kompeten dalam bidangnya. Tentu saja harus mengeluarkan biaya upah tukang. Keresahan kembali menyeruak. Meskipun demikian, renovasi tetap berjalan. Alhamdullilah, pengerjaan atap dan plafon sudah selesai. Bagaimana dengan lantai?

 

Pada awalnya, kami sempat ragu untuk meneruskan renovasi ini. Sampai kemudian muncul semangat yang lebih besar lagi untuk mengajak diskusi bersama paguyuban orang tua/wali siswa untuk memecahkan masalah ini. Semangat itu muncul atas dorongan Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) melalui kegiatan School Strategic Discussion (SSD) bersama para guru, karyawan, orang tua/wali siswa, dan komite sekolah. Sebagaimana kita ketahui bahwa SSD merupakan salah satu program kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah dampingan SLI. SSD merupakan metode penyusunan rencana pengembangan strategis sekolah melalui diskusi partisipatif yang melibatkan semua elemen-eleman pendidikan yang terkait dengan sekolah. Artikel tentang SSD lebih lanjut dapat dilihat di http://www. makmalpendidikan.net/kawan-sli-karenakomitmen-bersama-itu-penting.

 

Sungguh luar biasa hasil diskusi bersama paguyuban orang tua/wali siswa. Tugas kami membuat proposal, selanjutnya komite sekolah dan orang tua/wali siswa yang akan mencarikan dana. Di luar dugaan kami, begitu cepatnya dana terkumpul. Dari alumni, pengusaha sekitar sekolah, tokoh masyarakat, dan wali murid. Sampai akhirnya, impian kami bisa terwujud. Mushola yang benar-benar layak untuk beribadah telah berdiri kukuh untuk menguatkan jiwa-jiwa generasi hebat penerus bangsa. Semoga ibadah dan doa akan terus merekah di mushola Al Iman. Terima kasih kepada komite sekolah, paguyuban orang tua/wali siswa, alumni, juga pengusaha, dan tokoh masyarakat atas sumbangan yang diberikan kepada kami dalam bentuk apapun. Terima kasih pula kepada KAWAN SLI yang terus mengobarkan semangat kepada kami. Semoga amal ibadah saudara, bapak/ibu dicatat sebagai amal jariyah olehNya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

 

Keresahan akan menjadi semakin berantakan saat kita tak kuasa menahan pelik dan tantangan impian, tetapi keresahan akan menjadi gairah saat kita berani berpikir, mengungkapkan, dan melakukan. Niat baik akan membuka jalan kesadaran dan ketulusan orang-orang di sekitar kita, mereka turut bersanding memberi dukungan tanpa paksaan. Saya sudah merasakan saatnya kalian.

 

Komentar

komentar