KAWAN SLI Gelar Lokakarya Strategi Keunggulan Sekolah untuk Pendidikan Halmahera Lebih Baik

KAWAN SLI Gelar Lokakarya Strategi Keunggulan Sekolah untuk Pendidikan Halmahera Lebih Baik

Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Dompet Dhuafa Pendidikan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan menghelat Lokakarya Pendidikan dan Sosialisasi Program Sekolah Literasi Indonesia pada Rabu (6/11) di SDN 80 Kupal, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten  Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Acara yang dihadiri kepala sekolah dari tiga kecamatan di Pulau Bacan ini juga turut dihadiri sekertaris diknas dan kabid pendidikan dasar juga turur hadir dalam pembukaan acara. “Kepala sekolah harus berani mengubah pola pikir supaya sekolah lebih maju dan target peningkatan strategi serta mutu pendidikan bisa tercapai. Sebab itulah kami akan selalu mendukung langkah SLI dan DD Pendidikan untuk keberhasilan program ini yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutur Umar Iskandar Alam, SekDis Halmahera Selatan membuka lokakarya.
Mengusung tema Strategi Merancang Keunggulan Sekolah para peserta diajak menganalisis SWOT (Strange  Weakness Opportunity Threat) di sekolah masing-masing, kemudian menyusun strategi dalam mengembangkan sekolah dan menyosialisasikan program pendampingan sekolah yang akan dilakukan oleh para Konsultan Relawan (KAWAN) SLI selama enam bulan. Penyampaian yang interaktif dari pemateri membuat antusiasme para peserta  semakin tinggi, ditambah lagi pemateri merupakan kepala sekolah dampingan hasil gemblengan SLI yang tergabung dalam komunitas FDSLI (Forum Dampingan sekolah Literasi Indonesia) besutan Muhammad Shirli Gumilang, Supervisor dan Trainer DD Pendidikan.
“Ini kali kedua saya mengikuti sosialisasi, kami sangat berharap sekolah kami bisa lolos seleksi menjadi sekolah dampingan SLI,” harap kepala sekolah SDN 206 Halsel.
Program pendampingan sekolah oleh KAWAN SLI Angkatan 3 akan berlangsung selama enam bulan dengan target dua belas sekolah dampingan. Adapun alur programnya dimulai dari proses rekruitmen dan proses seleksi, lalu memasuki tahap inkubasi (pembinaan kepsek), dan  terakhir implementasi. Selama di penempatan KAWAN SLI bertugas memberi stimulan untuk kepala sekolah agar bersemangat menciptakan pendidikan lebih baik di daerahnya.

Komentar

komentar