KAWAN SLI: Empat Hari Penuh Makna Bersama Mas Andi

KAWAN SLI: Empat Hari Penuh Makna Bersama Mas Andi

 

Hari ini terasa sangat berbeda ketika kami pulang dari mengantar mas Andi. Mas andi merupakan salah satu pengelola Sekolah Literasi Indonesia (SLI) yang ditugaskan membersamai Konsultan Relawan (KAWAN) Sekolah Literasi Indonesia (SLI) di Kabupaten Asahan Sumatra Utara. Selama empat hari di Asahan kami selalu ke mana-mana bersama. Masih segar diingatan kejadian empat hari lalu ketika kami hendak menuju kantor Dinas Pendidikan Asahan. Kami masih terbawa suasana Kota Bogor yang transportasinya banyak dan bisa bebas memilih. Ketika sudah berada di depan gerbang penginapan, salah satu dari kami memesan GRAB namun sayang tidak ada satupun yang nyangkut di aplikasi, akhirnya kami memutuskan menggunakan becak motor (Betor). Betor merupakan alat transportasi umum mirip becak, bedanya memakai motor sebagai penggeraknya.

Keseruan tak sampai di situ, ketika sudah naik Betor kami tersadar bahwa kursi yang tersedia hanya dua, satu kursi panjang dan satu kursi kecil. Kursi panjang memuat sekitar tiga orang dan ditempati oleh kami sedangkan kursi kecilnya ditempati oleh mas Andi yang letaknya cukup dekat dengan atap bBetor. Kondisi tersebut memaksa mas Andi untuk duduk seperti orang rukuk ketika salat. Hal itu membuat kami ingin tertawa sekaligus iba.

Tiba-tiba kami dikejutkan oleh supir Betor yang berkata “Betor ini bisa muat 12 orang”. Sontak kami semua bilang “masa?” secara kursi hanya ada dua saja dan perkiraan kami Betor ini hanya bisa memuat maksimal lima orang. “Kok bisa bang?” tanya kami. “Mereka itu anak sekolah, badannya kecil-kecil pula dan yangg kalian pijak ini bisa menjadi tempat duduk untuk mereka”. Kami hanya bisa tersenyum menjawab jawaban si abang.

.Kini kami sudah di Air Joman dan kami yakin mas Andi saat ini sudah ada di Kota Bogor. Terima kasih atas ilmu dan pengalamannya, mas. Sampai jumpa tahun depan di tempat kita pertama kali bertemu.

Komentar

komentar