KAWAN SLI: Cara Jitu Mengkondisikan Siswa yang Kesulitan Belajar Bisa Makmalian Cek Di Sini!

KAWAN SLI: Cara Jitu Mengkondisikan Siswa yang Kesulitan Belajar Bisa Makmalian Cek Di Sini!

Oleh: Irfa Ramadhani, KAWAN SLI angkatan 3 penempatan Kulonprogo

 

Ceritanya, siang itu sepulang diskusi di ruangan Srikandi Dinas Dikpora Kulon Progo Unit 1, Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (KAWAN SLI) membawa pulang makanan yang telah disediakan dinas. Makanan yang dibungkus dengan kertas duplex besar itu benar-benar belum sempat dimakan oleh salah satu KAWAN.

 

Singkat cerita, keesokan harinya, derajat duplex meningkat drastis. Jika makanan di dalamnya sudah terbuang melalui ‘tempat rendah’, kertas duplex malah ‘munggah’. Ia sudah berani menduduki dua kepala KAWAN SLI, disaksikan oleh tiga puluh kepala sekolah/madrasah dan guru-guru, serta para petugas dan pengunjung rumah makan di daerah Wates, Kulon Progo. Mahkota duplex, hal sederhana yang menambah kemeriahan suasana.

 

Selain mahkota-mahkotaan, KAWAN juga menyambut kedatangan penerima manfaat program SLI dengan untaian kertas warna bertuliskan “Selamat Datang Guru Hebat”. Bermodalkan beberapa kertas lipat yang sudah ada di rumah, serta beberapa meter tali tambang (bekas kegiatan Super Outbound SLI Kulon Progo). Hihi.

 

Sederhana bukan? Sederhana yang membahana.

 

Katanya, do small things with great love and you’ll make a big difference (lakukan hal-hal kecil dengan penuh cinta dan anda akan menciptakan perbedaan besar). Semoga saja hal-hal kecil yang KAWAN SLI lakukan juga dapat tertangkap sebagai bentuk “Penuhnya Cinta KAWAN” untuk para Guru Hebat (GH). Selanjutnya, semoga Yang Kuasa berkenan menjadikan cinta itu terimbas kepada guru-guru lain, siswa-siswi, atau masyarakat, guna menciptakan perbedaan baik yang lebih besar.

 

Secara fungsional, penggunaan mahkota dan pembuatan kalimat sambutan, bertujuan untuk lebih menghidupkan suasana pelatihan Fun Literacy Activities (Aktivitas Literasi Menyenangkan). Aktivitas literasi menyenangkan ini biasa kami singkat FLA, bukan ALM. Adapun definisi FLA yaitu kegiatan yang mengandung unsur literasi, terkonsep dalam suatu permainan, dapat pula digunakan dalam media pembelajaran.

 

Permainan? Pelatihan yang dimulai pukul 10.00 hingga 14.30 ini benar-benar berkutat dengan berbagai permainan. KAWAN SLI memberikan empat contoh permainan berunsur literasi untuk dapat memudahkan GH dalam mendampingi siswa-siswinya. Tiga permainan dicontohkan dan dipraktikkan dalam ruangan, sementara satu permainan dilaksanakan di luar ruangan (ketika matahari terik-teriknya). Tidak kapok, mereka malah ketagihan sementara Kawan menghentikan (karena harus beralih pada sesi lain).

 

Selanjutnya, masuk sesi praktik pembuatan konsep FLA. Masing-masing kelompok GH ramai dengan diskusi di kelompok masing-masing. Sesekali nampak muka-muka serius, mungkin sedang memikirkan tujuan pembelajaran mana, yang akan diangkat dan dikonsep ke dalam FLA. Selang beberapa detik, ekspresi mereka sudah berubah. Nampak, kebahagiaan itu kian tidak lagi terbendung.

 

Sungguh pun demikian, pemateri bisa jadi jauh lebih berbahagia ketika melihat semua peserta bahagia. Sebahagia para guru ketika melihat semua siswa-siswi bahagia dalam proses belajarnya.

 

 

Pada akhir sesi, Kawan SLI menutup dengan menyampaikan 3 nilai SLI Kulon Progo. Tiga nilai tersebut disingkat dengan 3B, yaitu Bahagia, Berlanjut, dan Berbagi. Semangat untuk terus berbahagia dalam setiap langkah peningkatan yang dilalui, semangat untuk dapat melanjutkan program meski KAWAN sudah tidak lagi mendampingi, serta semangat membagi kebaikan untuk menciptakan lebih banyak kebaikan yang dapat menginspirasi.

 

Komentar

komentar