Kapalku Sekolahku, Akulah Nahkodanya

Kapalku Sekolahku, Akulah Nahkodanya

Oleh : Asmawi (Kepala Sekolah Sekolah Cerdas Literasi SDN 003 Sungai Ulu)

 

 

Sekolah Dasar (SD) memang jika dilihat bukanlah sebuah nama tempat yang terkenal dan bukan pula menjadi daerah favorit bagi kalangan elit untuk dikunjungi, sejak dulu hingga sekarang. Namun buatku, terutama teman-teman di sekolahku, nama itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. Sebab ibarat sebuah bangunan, maka Sekolah Dasar adalah sebuah pondasi yang akan memancangkan sebuah bangunan dengan kokoh.

 

Sekolah Dasar ibarat sehelai kertas kosong yang siap untuk dicoret dan diberi warna dengan seindah-indahnya. Kalaulah salah mencoretnya maka hasilnya akan fatal. Dan yang pertama kali mewarnai kertas putih itu sebaiknya kedua orang tua kita bukan sekolah. Nabi Muhammad Saw. bersabda “Manusia lahir itu atas fitrahnya, maka kedua orang tualah yang meyahudikan, menasranikan, dan memajusikan kita.

 

September 1999, aku mulai bertugas di SD yang ada sekarang ini, ketika itu namanya masih SDN 004 Sungai Ulu. Pada tahun 2006 diganti nama menjadi SDN 003 Sungai Ulu. Pimpinan sekolah kami ketika itu Bapak H. Suhaili, A.Ma.Pd, waktu itu beliau belum menyandang gelar haji. Dengan alasan Bapak Suhaili menunaikan rukun Islam yang kelima, pimpinan sekolah sementara dipercayakan kepada saya. Dibandingkan dengan yang lainnya, kemampuan saya belum layak untuk menjabat pimpinan sekolah. Saya hanya senior dalam hal umur, bukan senior pada hal ilmu. Dulu, sekolah ini boleh dikatakan yang tertua di kecamatan Bunguran Timur ini, sebelum dijadikan ibu kota kabupaten, namun perubahan ke arah yang lebih baik belum terlalu nampak.

 

Di bawah pimpinan H. Suhaili, beliau mulai menyusun program kerja, diantaranya yang terpenting membiasakan disiplin setiap siswa dan seluruh komponen yang ada di sekolah kami. Program sekolah yang digagas oleh beliau telah disepakati dan berjalan dengan baik, tidak satupun guru-guru yang terlambat datang maupun pulang lebih dahulu apalagi lari atau bolos saat jam dinas.

 

Di bidang pelajaran, mulai nampak angka-angka dan nilai-nilai yang diperoleh siswa sedikit demi sedikit mulai merangkak naik sehingga ditingkat kecamatan Bunguran Timur (kala itu belum dimekarkan menjadi empat kecamatan), SD kami meraih sepuluh besar. Tahun silih berganti, pimpinan sekolah tetap dibawah naungan beliau. Di akhir kepemimpinan beliau, SD kami meraih rangking ketiga di kecamatan Bunguran Timur lama.

 

Rupanya hari tidak selamanya siang, roda tidak selamanya diatas, tahun berselang silih berganti, begitupun sekolah kami. Kepemimpinan H. Suhaili beralih digantikan oleh Bapak Ahmad Yani, dikarenakan Bapak H. Suhaili ditarik untuk memimpin Cabang Dinas Pendidikan (CABDISPEN) Kecamatan Bunguran Timur Lama. Setahun bukanlah waktu yang begitu lama bagi Bapak Ahmad Yani sebagai kepala sekolah untuk meneruskan program-program yang sudah berjalan atau menambah program baru supaya lebih baik lagi. Hal ini dirasakan Pak Yani sebagai pimpinan baru, tidak seperti membalik telapak tangan dan tidak bisa dengan tiba-tiba bim salabim, karena yang dibentuk bukanlah benda mati. Selama satu tahun itu prestasi belajar anak menurun kembali dari peringkat tiga menjadi peringkat sembilan.

 

Karena kurangnya tenaga Pengawas Sekolah di kecamatan, maka pimpinan sekolah kami terpilih untuk menempati posisi itu. Karena kekosongan pimpinan, saya pun ditunjuk sebagai pengganti Bapak Ahmad Yani. Menjadi kepala sekolah bukanlah perkara mudah dan sejujurnya bukan pula impianku, akupun tidak berambisi tentang itu. Penolakan-penolakan aku sampaikan kepada atasanku sehingga aku lontarkan suatu kalimat “Kalau aku berada di posisi itu maka berhati-hati saja, bisa jadi bawahanku yang susah atau malah atasanku yang tambah susah mengurusku“. Kami pun mengadakan musyawarah di sekolah, kesimpulan dari musyawarah tersebut adalah seluruh guru yang ada mendukung seratus persen pengangkatanku sebagai kepala sekolah.

 

Kini maju mundur bahtera yang aku nahkodai berada di tanganku. Sebagai langkah pertama yang aku buat adalah manejemen, bagaimana mengatur para rekan guru. Hal yang aku lakukan antara lain menanamkan persatuan dan kesatuan antar rekan kerja, meningkatkan rasa percaya diri, saling menghargai satu sama lain, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab. Dalam penerapan ilmu, aku beserta rekan guru tidak terlalu terpaku pada disiplin tetapi nilai yang kami coba terapkan kepada siswa adalah kebersahajaan dan menghasilkan, sehingga dari proses KBM kami berharap siswa masih merasa haus akan ilmu dan selalu mencari tempat lain untuk mendapatkan ilmu.

 

Dalam meraih prestasi, sekolah kami secara akumulatif dapat meraih juara satu dalam dua tahun ini secara berturut-turut di tingkat Kecamatan Bunguran Timur dari sebelas sekolah. Akan tetapi kami masih belum mampu mencetak prestasi di bidang studi perorangan di karenakan nilai tertinggi yang mampu ditoreh oleh siswa kami baru 8,80. Dalam rapat kelulusan, aku menegaskan pada rekan guru bahwa hendaknya kami tidak cepat merasa puas dengan apa yang diperoleh. Bergembira dengan sekedarnya dan tidak lupa mengucap syukur kepada Sang Pencipta Allah swt., karena telah memberikan kecerdasan dan kekuatan mental dalam melaksanakan tugas ini.

 

Dengan perolehan ini, aku beserta semua rekan guru belum merasa puas. Kami bertekad untuk lebih meningkatkan kualitas dalam memberikan pengajaran, didikan, bimbingan, serta tuntunan kearah yang positif dan berbudi luhur.

Untuk progam ke depan aku beserta guru-guru akan mengejar ketertinggalan yang belum tercapai, prestasi yang belum kami raih, hingga sekolah kami ini bisa mencapai SBN lalu SBI. Hingga saat ini, aku tetap memberi semangat atau dorongan kepada bawahanku untuk mengikuti segala kegiatan yang bisa menambah ilmu pengetahuan seperti training-training yang diberikan oleh Makmal Pendidikan DOMPET DHUAFA PENDIDIKAN ini.

 

Dengan adanya Sekolah Beranda ini, rasanya ilmu yang kami dapat dalam cara mendidik, semakin banyak dan semakin bervariasi. Tapi disayangkan, kami dari SDN 003 Sungai Ulu ini tidak pernah bisa selalu datang mengikuti pelatihan Sekolah Beranda ini, ini mungkin suatu kelemahan saya dalam menerapkan disiplin para guru. Saya selalu memberi saran kepada para guru agar selalu menanamkan kesadaran yang tinggi terhadap tugas-tugas yang diberikan, apabila ada kesadaran yang telah mendarah daging pada diri kita, maka disiplin akan muncul dengan sendirinya.

 

Dalam waktu yang relatif singkat ini, aku ingin membimbing atau menyarankan kepada pemimpin yang baru nanti untuk membawa sekolah ini ke tingkat yang lebih baik dan lebih maju lagi, bertekad, dan bekerja lebih keras lagi. Semoga dengan bekerja keras dan pantang menyerah serta berdoa kepada Allah Swt., dengan tawakal SDN 005 Sungai Ulu ini akan mencapai prestasi yang lebih baik lagi.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044