Kami Bahagia Walau Belajar Beratapkan Langit

Kami Bahagia Walau Belajar Beratapkan Langit

Oleh: Musmulyadi

Guru Sekolah Cerdas Literasi SDN 02 Pematang Tiga, Bengkulu Tengah, Bengkulu

 

 

Pada 2000 dan 2007 Bengkulu dihadapkan pada gempa bumi. Tahun 2000 gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter memorak-porandakan bangunan-bangunan yang tersebar dalam kawasan provinsi Bengkulu. Bahkan guncangan gempa kala itu dapat dirasakan dan berdampak hingga ke Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Diperkirakan sebanyak 60 persen rumah penduduk Bengkulu rusak parah.

 

Tujuh tahun kemudian, Bengkulu kembali diguncang gempa. Kali ini kekuatannya lebih besar: 6,7 Skala Richter. Dahsyatnya guncangan gempa, terutama di sepanjang pesisir pantai Bengkulu, sampai ke Sumatera Barat. Kembali airmata bercucuran; tidak hanya di Bengkulu, tapi juga di seluruh negeri Indonesia.

 

SDN 02 Pemata Tiga, Bengkulu Tengah, tempat saya memulai karier sebagai guru, termasuk yang digolongkan rusak parah. Sebenarnya sekolah ini rusak parah disebabkan gempa tahun 2000, hanya saja sisa-sisa dinding yang ada kembali diratakan oleh gempa tahun 2007. Miris memang karena sekolah yang rusak akibat gempa tahun 2000 saja belum tersentuh oleh dinas terkait atau instansi lainnya, kembali ditambah dengan kerusakan baru oleh gempa tahun 2007. Sekolah kami pun rusak parah atau rusak berat. Dari enam lokal yang ada, hanya tiga lokal yang masih berdinding semen, tiga lokal lainnya berdinding bilah bambu yang dibuat oleh komite sekolah dan wali murid. Sekolah ini satu di antara ratusan bahkan ribuan sekolah lainnya di tanah Bengkulu yang rusak berat.

 

Kegiatan belajar-mengajar pun diliburkan hingga beberapa hari sampai guncangan gempa susulan tidak terasa lagi. Saat sekolah kembali beraktivitas ada banyak keraguan untuk belajar di dalam ataupun ruangan sekalipun. Kepala Sekolah pun mengambil keputusan: untuk sementara waktu kegiatan belajar-mengajar diadakan di alam beratapkan langit. Adanya dua batang mangga dan dua batang durian di samping bangunan sekolah memunculkan ide untuk dijadikan formasi kelas.

 

Meskipun kondisi sekolah kami sangat tidak layak, penilaian survei untuk rehabilitasi oleh instansi terkait ternyata tidak jelas hasilnya. Pejabat hingga wartawan semua sudah datang dan berpose bersama di dinding sekolah yang kondisinya mengenaskan. Sayang, setelah itu tidak jelas bagaimana tindak lanjutnya.

 

Di tengah putus asa, datang tim survei untuk sekolah yang tidak layak dalam kegiatan belajar-mengajar. Bukan dari pemerintah, melainkan saudara-saudara dari Dompet Dhuafa Pendidikan yang terjun sebagai penyurvei. Sejenak tumbuh harapan semoga sekolah ini ada yang membantu.

 

Puji syukur, sekitar tiga tahun lamanya belajar dengan beratapkan langit harus diakhiri. Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa memilih SDN 02 Pematang Tiga sebagai sekolah yang bakal dibenahi, baik fisik bangunan maupun pembelajaran di sekolah.

 

Program Pendampingan Sekolah tanpa terasa telah mengubah segalanya dan mengantar kami pada keadaan yang sebenarnya untuk pendidikan. Pendamping Sekolah dalam program ini sungguh amat berjasa besar. Setiap hari hadir di sekolah untuk memonitor dan memberi solusi permasalahan yang ada di sekolah. Keberadaannya sungguh sangat besar artinya, tidak hanya bagi guru tetapi juga bagi siswa di sekolah kami.

 

Bencana yang menimpa sekolah kami ternyata membawa nikmat yang panjang di kemudian hari. Sungguh sebuah misteri yang sudah diatur oleh Allah.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044