Ini yang Harus Dilakukan Institusi Pendidikan untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Jumat malam (19/10) kemarin, General Manager Sekolah Kepemimpinan Bangsa Dompet Dhuafa Pendidikan, Purwa Udiutomo menyatakan apa yang harus dilakukan oleh institusi pendidikan dalam menghadapi revolusi industri keempat ini. “Penting bagi institusi pendidikan untuk mengarahkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan di masa depan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0,” ungkapnya.

Pernyataan ini ia sampaikan pada acara NGOPI (Ngobrol Pendidikan Indonesia) yang diadakan oleh Dompet Dhuafa Pendidikan. Acara tersebut digelar di salah satu coffee house di Jakarta Selatan, tepatnya di daerah Tebet, yaitu Warunkomando. Tema yang diangkat pada acara berformat talkshow ini adalah “Revolusi Industri 4.0, Sarjana: Lahirnya Kaum Intelektual Atau Hanya Menambah Pasar Manusia Terdidik”.

Pada kesempatan itu, Purwa juga menceritakan ada fenomena menarik yang terjadi di kalangan mahasiswa era revolusi ini. Banyak mahasiswa yang menjadi enterpreneur saat mereka masih kuliah. Hal ini disampaikan Purwa berdasarkan pengamatannya pada para mahasiwa penerima Beastudi Etos, salah satu program yang ia kelola di Dompet Dhuafa Pendidikan. Ketika masuk program, para mahasiswa ini berstatus dhuafa, namun di semester ketiga banyak dari mereka sudah bisa menjadi enterpreneur. Ini fakta yang menggembirakan karena status ekonomi para penerima manfaat program dapat berubah dengan cepat.

Purwa juga menyoroti bagaimana teknologi sangat berpengaruh pada gerakan mahasiswa saat ini. Ia kembali mengambil contoh dari program beasiswa yang dikelolanya. Beberapa waktu lalu, penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) memviralkan kondisi sekolah rusak di Brebes, Jawa Tengah. Hanya dalam kurun waktu dua bulan saja, pemerintah daerah langsung melakukan tindak lanjut. “Bandingkan dengan beberapa tahun lalu, dimana ratusan aktivis melakukan aspirasi dijalan-jalan namun tidak ada perubahan sama sekali,” kata Purwa.

Sebagai pamungkas uraiannya, Purwa mengungkapkan ada dua tantangan besar yang dihadapi bangsa ini pada era Revolusi Industri 4.0 ini. Pertama, paradigma SDM pengelola pendidikan.

Komentar

komentar