Hari Pertama Sekolah

skol

Oleh: Andri Yulian Christyanto

Staff SLI Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa

Guru, masih ingatkah dengan pengalaman pertama mengajar?? Bagaimana rasanya? Tentunya ada kesan tersendiri bagi guru sekalian saat baru pertama kali tampil di depan siswa untuk menyampaikan materi. Entah dari segi persiapan diri, pesiapan materi, menyusun permainan yang berkesan atau membawa berbagai perlengkapan yang dapat  menunjang pembelajaran. Biasanya pengalaman hari pertama mengajar ini menjadi motivasi untuk pembelajaran selanjutnya, bukan begitu, Guru? Sama halnya dengan siswa, hari pertama masuk sekolah biasanya menjadi salah satu momen yang tidak akan terlupakan oleh mereka. Tahun ajaran baru adalah saat yang penuh emosi bagi mereka, ada senang, ada penasaran, ada juga perasaan kuatir bahkan rasa takut. Tak jarang untuk  beberapa kasus ditemukan siswa yang tidak rela melepas masa liburnya dan berakibat siswa tidak bersemangat untuk kembali bersekolah. Liburan yang berkesan akan mengalahkan euforia hari pertama. Apakah guru juga pernah menemukan kasus yang serupa?

Idelanya tugas kita sebagai seorang pendidk selain membuat administrasi pembelajaran, evaluasi pembelajaran serta tugas yang lain, kita juga harus mampu untuk mengatasi “kebosanan” di hari pertama sekolah. Terbayang, bagaimana tidak menyenangkannya belajar kalau hari pertama masuk sekolah sudah membosankan, dan hal ini bisa berdampak pada kegiatan  satu semester kedepan. Wah, tentunya akan sangat mengerikan.

Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa tips yang dapat Guru lakukan supaya tercipta atmosfer hari pertama masuk sekolah yang penuh semangat dan Insya Allah berkesan bagi siswa kita, apa saja ya kira-kira??

Nah, yang pertama adalah untuk tingkat taman kanak-kanak terlebih dahulu, biasanya banyak cerita dari sekolah TK di hari pertama banyak ditemukan siswa yang menangis karena takut ditinggal oleh orang tuanya. Tentunya hal ini wajar karena anak sudah dikenalkan dengan dunia yang benar-benar baru, tapi kita sebagai guru harus bisa untuk memberikan kesan yang baik kepada anak-anak imut ini.  Untuk lebih memeriahkan suasana hari pertama di sekolah TK, guru bisa menyambut siswa dengan kostum yang lucu, Ibu peri misalnya atau dengan kostum adat ataupun kostum profesi, dengan demikian anak akan semakin antusias saat datang ke sekolah. Sambutlah mereka dengan senyum dan antusias. Selain hal tersebut upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan kegiatan menyenangkan seperti mendongeng, mewarnai, bermain tangram atau sebagainya. Untuk sesi perkenalan, guru dapat mengemas dengan permainan seru seperti melakukan Buddy (kakak kecil), yakni menawarkan kakak kelas untuk menjadi buddy adik kelasnya. Kegiatan ini terbukti cukup efektif  dilakukan dan biasanya kakak kelas akan dengan senang hati melakukan hal tersebut. Prinsip utama membuat hari pertama menyenangkan untuk usia TK adalah, buat anak-anak merasa nyaman dan diterima di lingkungan barunya. Karena banyak kasus ditemukan siswa menangis karena merasa tidak diterima oleh lingkungan barunya. Selain itu, hari pertama masuk sekolah bisa digunakan sebagai ajang parenting kepada orangtua siswa, pada kegiatan ini guru dapat mensinergikan hal-hal terkait rencana kegiatan dan dukungan orangtua terhadap pembelajaran anaknya disekolah.

Selanjutnya untuk usia Sekolah Dasar (SD)  jenjang sekolah dasar merupakan masa emas untuk perkembangan fitrah belajar dan bernalar, masa terbaik untuk anak dalam melakukan berbagai aktivitas yang menantang, menyenangkan serta berkesan. Maka hari pertama sekolah adalah saat yang tepat untuk membuka awal tahun pembelajaran dengan kegiatan yang menyenangkan. Misalnya dengan kegiatan penyambutan yang bertema cita-cita, guru dapat memakai kostum berbagai jenis profesi untuk dikenalkan kepada siswa,  mengajak mereka bermain peran serta guru dapat menyelipkan pesan-pesan moral untuk semangat dalam menggapai cita-cita. Selain itu

usia SD merupakan masa di mana anak bersosialiasasi dan belajar mengenal lingkungan sekitarnya. Maka hari pertama sekolah dapat berisi kegiatan untuk saling mengenal dan membangun kekompakan. Misalnya dengan permainan yang menantang mereka untuk bekerjasama memecahkan puzzle yang disembunyikan dipenjuru sekolah untuk menemukan siapa wali kelas mereka. Jadi dengan game ini siswa dapat mengenal lingkungan dan warga sekolah dengan lebih menyenangkan. Momen hari pertama sekolah sangat saya anjurkan guru bersama siswa menyusun dan menetapkan tujuan serta strategi belajar. Ini dapat dimulai dari hal yang sederhana misalnya dengan saling berbagi cita-cita apa yang ingin dicapai satu tahun kedepan selain itu, guru dapat  juga menetapakan value (nilai/keyakinan), merumuskan kesepakatan kelas untuk dapat mendukung pencapaian tujuan tersebut dan mendokumetasikannya sebagai display kelas. Sehingga hal ini dapat dijadikan sebagai pengingat bagi siswa untuk melakukan aksi dan berefleksi.

Lain halnya di SD maka lain juga di tingkat SMP dan SMA. Guru, usia remaja merupakan usia yang sangat menghargai pertemanan. Pada usia-usia ini sebenarnya merupakan usia yang rentan karena sangat mudah terpengaruh terhadap pergaulan negatif, tapi hal ini dapat kita atasi saat hari pertama masuk sekolah. Pada tingkat sekolah menengah karena sudah mampu untuk menemukan solusi maka akan lebih efektif di hari pertama setelah game perkenalan dengan sesama siswa baru atau teman baru maka guru dapat melakukan coaching melalui kegiatan BLC (Building Learning Commitment) yakni sebuah kesepakatan bersama untuk terus berprestasi. Selain itu, guru juga bisa menyediakan slide yang berisi biografi tokoh yang dapat menggelorakan semangat untuk terus berprestasi. Lain halnya dengan kelas akhir, karena mereka sebentar lagi menghadapi ujian kelulusan, maka guru bisa melakukan brainstroming terhadap materi yang telah diterima, tentunya dapat dilakukan dengan game yang menyenangkan supaya mereka tidak cepat bosan. Untuk membuat mereka bersemangat, guru bisa mengajak mereka memvisualisasikan target tujuan mereka selanjutnya dalam bentuk poster dan mereka harus mempresentasikan di depan kelas.

Hari pertama masuk sekolah sejatinya menentukan semangat siswa dalam belajar selama satu semester. Sebagai seorang guru, sudah sewajarnya kita menciptakan iklim permulaan yang menantang dan berarti bagi siswa. Karena satu langkah besar diawali dari satu langkah kecil yang kita lakukan.

Selamat kembali bersekolah.

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044