Gerbang Pendidikan Islam Di Kepulauan Tanimbar

Kepulauan Tanimbar merupakan sebuah daerah yang menjadi bagian dari provinsi Maluku. Secara administratif wilayah ini disebut dengan kabupaten Maluku Tenggara Barat. Kabupaten yang tahun ini merayakan ulang tahun ke-19 ini, hampir 90 persen warganya menganut ajaran agama Katolik dan Protestan. Meskipun demikian akses terhadap pendidikan Islam terus digalakkan beriringan dengan semakin banyaknya pendatang muslim yang menetap di kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Warga muslim mulai datang ke kabupaten ini sejak tahun 2008. Kebanyakan dari mereka adalah orang Jawa, Buton, dan Bugis yang bekerja sebagai pedagang di pasar tradisional dan penjual makanan. Terdapat dua daerah yang menjadi kompleks permukiman warga muslim di pusat Maluku Tenggara Barat, yaitu daerah pasar baru Omele desa Sifnana dan pasar lama desa Olilit. Selain itu, warga muslim tersebar di kelurahan Saumlaki yang menjadi ibukota kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Untuk membuka akses pendidikan terhadap anak-anak muslim di pusat Maluku Tenggara Barat, beberapa tokoh muslim yang notabene pegawai di Departemen Agama Kabupaten Maluku Tenggara Barat menginisiasi berdirinya sebuah madrasah ibtidaiyah pada tahun 2014 yang kemudian diberi nama MI Al-Azhar Saumlaki di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Sosial Masyarakat Al-Dhiya Marsya Indonesia. Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Yayasan, Bapak Adam Kubangung bahwa alasan didirikannya MI Al-Azhar Saumlaki adalah adanya keresahan para warga muslim terhadap pendidikan anak-anak mereka di sekolah umum, di mana porsi pendidikan Islam hampir tidak ada. Hal ini terlihat dari ketiadaan guru-guru muslim di sekolah-sekolah umum. Oleh karena itu, MI Al-Azhar dibuka dengan 7 orang siswa di tahun pertama.

Lima tahun berjalan, alhamdulillah, MI Al-Azhar Saumlaki memiliki sekitar 150 siswa. Jumlah ini tentu tak sedikit. Terlebih MI Al-Azhar Saumlaki merupakan satu-satunya MI di kabupaten Maluku Tenggara Barat. Namun kuantitas siswa yang semakin meningkat belum diimbangi dengan kualitas pengelolaan sekolah yang bagus. Hal ini bukan tanpa sebab, hilir mudiknya guru yang mengajar, keterbatasan akses belajar guru dan siswa menjadi alasan. Pun demikian, dari pihak yayasan selalu mencari solusi untuk memperbaiki manajemen pengelolaan madrasah. Dan bersyukurnya, terdapat beberapa guru yang dapat benar-benar diajak bekerjasama untuk memperbaiki kualitas MI Al-Azhar Saumlaki. Langkah-langkah perbaikan memang harus dilakukan karena MI Al-Azhar Saumlaki menjadi gerbang pendidikan Islam di kepulauan Tanimbar ini. (Fajar, Kawan Sekolah Literasi Indonesia)

Pic : https://www.triptrus.com/destination/438/kepulauan-tanimbar

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044