Relawan-Konsultan-Sekolah-Literasi-Indonesia

Enaknya Menjadi Relawan

Banyak orang bertanya emangnya jadi relawan enak? Jawabannya ya enak!. Menyoal tentang kerelawanan, berbagai konsep dan definisi terkait makna kerelawanan banyak ditawarkan. Sederhananya relawan adalah seseorang/sekelompok orang yang melakukan sesuatu dengan kerelaan. Seperti halnya terobosan dari Sekolah Literasi Indonesia Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa, yang telah mengamanahkan Konsultan Relawan untuk didistribusikan ke 18 wilayah di Indonesia.

            Apa sih yang dilakukan relawan di tempat tugas? Banyak. Selain datang membawa misi, mereka juga harus survive di lingkungan baru yang sedikit banyak pasti ada gejolak. Dalam menjalankan misi pun rasanya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak tantangan baik internal maupun eksternal. Menebar kebaikan adalah misinya. Namun pernahkah merasa krisis kebermanfaatan? Jawabnya pernah. Ketika keberadaan kita kurang mendapatkan respon positif, maka disitulah kebermanfaatan relawan dipertanyakan.

            Tantangan wilayah, baik dari segi geografis maupun sosial, culture shock, dan penerimaan yang relatif “dingin” merupakan segelintir permasalahan yang harus diatasi oleh seorang relawan. Itu baru sekelumit permasalahan survive untuk diri sendiri, belum lagi harus survive ketika menjalankan tugas di sekolah. Berbagai teori menyebutkan bahwa salah satu cara agar bisa masuk dalam bagian sekolah maupun guru adalah dengan pendekatan non formal dan non struktural. Faktanya disini justru mengalami anomali. Pendekatan non formal dan non struktural yang terjalin hingga terbentuk suatu kedekatan nyatanya tidak berbanding lurus dengan keberhasilan program. Lantas apa yang dilakukan relawan? “Sabar, relawan bukan Hero yang mampu menyelesaikan semua permasalahan”. Mungkin kalimat tersebut terasa begitu klise untuk didengar.

            Menyerah? Tentu tidak. Luruskan niat, yakin apa yang dilakukan adalah sebuah ketulusan untuk menebar kebaikan. Semangat yang fluktuatif merupakan hal yang lumrah terjadi. Jika ditanya kembali “emangnya jadi relawan enak”, tentu jawabannya tak berubah. Enak. Bagaimana tidak, jika menjadi seorang relawan kita dapat banyak belajar sabar, belajar survive, belajar manajemen hati, dan juga belajar menahan rindu. Tak perlu berbagai teori untuk mengenal atau mempelajari suatu hal. Cukup masuklah dalam lingkungan tersebut. Bukankah kehidupan merupakan universitas terbesar tempat kita belajar? Maka cukuplah menjadi relawan dengan tulus dan ikhlas maka kita akan dapatkan ilmu yang tidak kita dapatkan di universitas manapun.

Komentar

komentar