Eksistensi Madrasah Tua di Kota Semarang

Oleh : Maria Ulfa (Kawan SLI angkatan 2 penempatan Semarang)

Akhir-akhir ini asumsi masyarakat tentang madrasah mulai berubah. Masyarakat mulai enggan menyekolahkan anaknya di madrasah karena dianggap kualitas pendidikan madrasah tidak menjanjikan jika dibandingkan dengan sekolah umum. Asumsi ini merata hampir di seluruh Indonesia, begitu juga di kota Semarang, kota yang memiliki ratusan madrasah.

Enam madrasah yang mendapatkan program pendampingan Sekolah Literasi Indonesia Dompet Dhuafa adalah madrasah yang umurnya rata-rata sudah mencapai setengah abad. Seirama dengan usianya, madrasah-madrasah ini layaknya orang tua yang dihinggapi banyak penyakit. Bahkan satu dari enam sekolah yang didampingi SLI di kota Semarang ada yang sudah mengalami sakaratul maut.

Tidak salah dengan usia yang semakin tua. Seharusnya semakin tua justru eksistensinya semakin menguat. Saat ini diperlukan  adanya pembenahan dari dalam, para stakholder madrasah harus memiliki jiwa muda yang mampu dan berkomitmen mengubah madrasah tradisional menjadi madrasah modern, mampu menjadikan potensi madrasah sebagai program unggulan khas yang ditawarkan. Madrasah bergaya kekinian tentu akan lebih banyak dilirik dibandingkan madrasah bergaya kuno. Madrasah modern adalah madrasah yang memiliki nilai jual. Ibarat pedagang yang mampu melihat peluang dan dapat menjawab kebutuhan masyarat di sekitar madrasah, sehingga madrasah tidak lagi dianggap lembaga pendidikan biasa.

Dalam metode uswah, ada tiga hal yang secara garis besar perlu adanya perubahan dalam suatu lembaga pendidikan yang ingin bertransformasi menjadi sekolah lirikan atau sekolah model. Pertama adalah pada bagian kepemimpinan, kedua bagian sistem pembelajaran dan ketiga bagian budaya sekolah.

Hendaknya kinerja sumberdaya manusia dalam suatu madrasah serta program-program yang ada di dalamnya terukur dan terus dievaluasi sesuai standarisasi. Saya pribadi yakin madrasah memiliki potensi besar dan eksistensi madrasah bisa jauh lebih baik dibandingkan dengan sekolah umum. Tidak ada yang tidak mungkin, jika semua pihak memiliki kesadaran yang sama dan komitmen yang kuat untuk mengembangkan madrasah dan membenahi pada ketiga bagian yang disebutkan di atas.*

Komentar

komentar



Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044