Duta Gemari Baca: Segurat Asa di Taman Baca

 

Oleh: Suhendra – TBM Silihwangi

 

Pagi masih berselimut dingin. Sang mentari pun masih malu-malu memancarkan teriknya. Sejuknya alam pegunungan, di tengah rimbunnya pepohonan dan kicauan burung melengkapi indahnya suasana pagi di Kampung Lebakwangi.

 

Sayup terdengar suara anak-anak dari sebuah rumah sederhana. Ada yang sedang membaca buku dan ada pula yang sedang asik memainkan pensil warna di atas kertas gambar. Ya, itulah suasana pagi hari di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Silihwangi. TBM Silihwangi ini terletak di Kampung Lebakwangi, Desa Palasarihilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Suhendra dan Yuniarti adalah pasangan suami istri yang menggagas berdirinya TBM ini.

 

Menanamkan kecintaan anak-anak terhadap pentingnya belajar agama sejak dini dan mengisi aktivitas membaca demi mengalihkan perhatian terhadap efek negatif gawai, memang sudah menjadi cita-cita pasangan suami istri ini. Sebelumnya, di rumah tersebut sudah ada aktivitas anak-anak belajar mengaji setiap sore hari. Sesekali diselipkan kegiatan membaca selepas mengaji dan pada hari libur sekolah, meskipun koleksi buku belum seberapa.

 

Gayung pun bersambut, ketika pada tahun 2019 Dompet Dhuafa Pendidikan (DDP) membuka kesempatan pendampingan bagi TBM, melalui program Gemari Baca. TBM Silihwangi menjadi salah satu TBM yang berhasil lolos dan mendapat pendampingan dari DDP. Aktivitas TBM pun semakin hidup. Anak-anak semakin semangat berkunjung untuk membaca buku yang belum mereka baca atau kegiatan lain seperti mendengarkan cerita dan membuat kerajinan dari barang bekas. Terlebih setelah mendapat bantuan dari DDP berupa koleksi buku, meja belajar, rak buku, dan perlengkapan lainnya.

 

Kegiatan pun semakin beragam setelah mendapat pembinaan dari mentor yang dikirim secara berkala oleh DDP. Terlebih setelah bergabungnya beberapa anak remaja menjadi relawan.  Anak-anak dan remaja, memang harus dibimbing dan diarahkan dengan kegiatan yang positif, edukatif, rekreatif, dan bermakna. Kelak, merekalah yang akan menerima estafet pemimpin masyarakat bahkan negara.

 

Jangan sampai usia emas mereka diracuni dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, termasuk efek negatif gawai yang sudah tidak terelakkan pada era digital saat ini. Semangat untuk TBM Silihwangi! Segurat asa anak-anak kita adalah tanggung jawab kita.

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

komentar