Permainan Tradisional Tak Tahu di Mana Rimbanya

Seiring perkembangan zaman, maka banyak hal-hal baru yang menjadi sebuah patokan jikalau seseorang tidak ingin disebut sebagai makhluk kuno. Orang-orang mulai beralih mencari hal-hal baru yang mereka anggap bahwa itu adalah sebuah pencapaian maksimal diantara pergantian waktu. Hal itu sontak membuat segalanya menjadi sesuatu yang modern, terutama tentang teknologi. Teknologi canggih saat ini sudah menyelimuti bumi bahkan mungkin mencapai planet lain, banyak hal yang tidak masuk akal bisa terjadi dan terkadang memang di luar nalar manusia. Mungkin kalau disebut salah satu hal yang mempengaruhi dunia yaitu, gadget. Gadget menjadi sebuah media penghubung yang saat ini mempermudah segala hal yang diinginkan makhluk paling pintar di bumi, fungsinya beragam, mulai dari media komunikasi yang sudah paling canggih, tempat berbelanja, order kendaraan, order makanan, dan banyak lagi.

Game Effect

Salah satu hal yang paling membuat orang-orang menjadi betah berlama-lama dengan gadget mereka adalah game. Para pecandu game sekarang tidak akan bersusah payah untuk pergi ke rental PS atau Warnet. Sekarang game di gadget sudah menyediakan sesuatu yang membuat orang-orang terhipnotis untuk tidak bisa jauh dari gadget mereka. Dan bicara tentang Games, itu tidak akan jauh dari hobi anak-anak generasi milineal saat ini. Jikalau generasi X Y Z disaat umur anak – anak masih bermain tali dan kelereng, generasi milineal sekarang malah menghabiskan waktu mereka untuk bermain game di handphone yang sengaja di fasilitasi oleh orang tua mereka. Terkadang orang tua tidak memberikan batasan untuk penggunaan gadget bagi anak-anak mereka.

Bandung menjadi tempat bagi saya sebagai konsultan relawan untuk mempersembahkan diri agar bermanfaat bagi orang lain. Tentu saja tidak menjadi rahasia umum kalau Bandung sudah menjadi wadah bagi anak – anak maupun remaja-remaja untuk mengeksplore diri mereka sesuai perkembangan zaman. Dan fakta yang terlihat memang ketika melihat anak-anak seusia sekolah dasar berkumpul, masing-masing mereka sibuk dengan memfokuskan diri mereka untuk bermain gadget.

Yang Harus Kita Benahi

Saat ini saya tinggal didaerah urban, daerah padat penduduk kelas menengah, dengan profesi kebanyakan sebagai buruh pabrik dan pedagang asongan yang berpenghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itu tentu saja membuat sebagian mereka tidak dapat membelikan teknologi secanggih gadget untuk anak-anak mereka. Dan faktanya, lingkungan tersebut masih melestarikan permainan tradisional. Mereka bermain seperti layaknya generasi X Y Z dimana disaat itu permainan silih berganti alias permainan musiman, mulai musim gambar, main kelereng, main sondah, main karet gelang, dan lain-lain. Dan disini saya melihat bahwa kehidupan sosial mereka berjalan sebagaimana mestinya. Perkumpulan mereka bukan hanya untuk sebuah teknologi, namun lebih kepada aktivitas yang saya anggap bermutu dan mampu mengalahkan gadget. Terkadang kita sebagai orang dewasa perlu memilah seperti apa pergaulan dan perkembangan anak yang tepat, sehingga semasa hidup tidak hanya diperbudak oleh teknologi. Semoga tidak akan hilang permainan tradisional dibumi ini. Tetaplah ada dan jangan pernah hilang diterpa ombak yang menenggelamkan.

Kontributor : Reni Rahayu (Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia)

Komentar

komentar