Di Tepi Batas Ku Bangun Negeriku – Rote

Di Tepi Batas Ku Bangun Negeri Ku
Jejak Langkah Pendampingan di Tanah Rote

Pendidikan hari ini adalah gambaran tentang wajah bangsa kita dimasa depan. Keseriusan suatu bangsa dalam memperhatikan pendidikan generasi mudanya, kelak akan menyelamatkan bangsa tersebut dari dinamika pergeseran zaman yang sarat tantangan dan sangat kompetitif. Masyarakat yang rendah kualitas pendidikannya akan semakin jauh tertinggal dan hanya akan menjadi “jajahan” bangsa-bangsa lain yang lebih maju mutu pendidikannya.

Keseriusan Negara dalam menfasilitasi pendidikan bagi rakyatnya diantaranya dapat kita lihat dari kinerja pemerintah dalam mengelola sekolah-sekolah perbatasan. Pada faktanya, wilayah-wilayah perbatasan umumnya yang terasing secara geografis seringkali membuat mereka kurang mendapatkan perhatian yang cukup, termasuk di bidang pendidikan. Bahkan tak jarang banyak warga  perbatasan yang mengaku lebih senang bila wilayahnya menjadi teritorial dari negara tetangga .

Pendidikan buat masyarakat didaerah-daerah ‘”beranda” nusantara tersebut selama ini masih belum menjadi program negara yang bernilai strategis. Padahal pendidikan adalah harapan terakhir bagi banyak masyarakat dhuafa (baca: marjinal) di daerah perbatasan untuk bisa merubah nasib hidup ke strata sosial yang lebih tinggi. Maka bila disederhanakan, pendidikan adalah sarana mobilitas sosial bagi masyarakat perbatasan untuk bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik di negeri sendiri di banding harus bermigrasi menjadi warga negara asing .

***

Mendampingi sekolah-sekolah diwilayah perbatasan (beranda) Indonesia adalah bagian dari komitmen Makmal Pendidikan selaku jejaring Dompet Dhuafa untuk berperan strategis dalam perbaikan bangsa dimasa depan. Ini adalah program besar yang murni bersumber dari ummat melalui pengelolaan dana zakat, infaq, dan shodaqoh. Kita ingin membuktikan bahwa dengan penegakan kebiasaan berzakat yang dikelola dengan benar, maka akan membantu bangsa ini untuk bangkit dan lebih bermartabat. Kita bisa menyebut ini sebagai nasionalisme zakat untuk bangsa.

Komentar

komentar